Senin, 06 Oktober 2014

I Like Rain, Kyuhyun ~Part 2



Musim hujan usai, digantin dengan musim semi. Kyuhyun menyandarkan tubuhnya disebuah batang pohon yang lacukup rindang di fakultasnya. “kenapa hujan tak datang lagi? Padahal aku suka hujan..” relung Kyuhyun sembari menatap langit biru.
“huh! Kyuppa kemana ya? Aku sudah lama tak melihatnya…” relung Jihoon pada waktu yang bersamaan saat melewati sisi bangunan Fakultas Musik yang bersebelahan dengan fakultasnya, tempat dia dan Kyuhyun dulu berteduh bersama. “aku merindukanmu Kyuppa..” Jihoon menyentuh tembok bangunan itu berusaha merasakan suasana aura kejadian yang terjadi kurang lebih sebulan yang lalu. “aku belum yakin apa aku ini jatuh cinta padamu atau tidak, tapi yang pasti saat ini aku sangat merindukkanmu, oppa…”

Disuatu hari yang lain, Jihoon dan Kyuhyunpun akhirnya bisa bertemu muka dengan muka lagi. Di perpustakaan kampus, di ruang baca. Jihoon duduk sela tiga meja dari meja tempat Kyuhyun duduk. Mereka sama-sama saling melihat tapi tak saling bertegur sapa. Tadinya Jihoon mau menyapa, tapi melihat sorot mata Kyu yang acuh dan lagipula Kyuhyun sedang duduk bersama Seohyun SNSD, wanita yang dikabarkan punya hubungan khusus dengan Kyu.
Kyuhyun dan Seohyun terlihat cocok, sesekali Seo bersikap centil pada Kyu, dan Kyupun menampiknya sengaja membuat dirinyapun terlihat mesra di depan Jihoon dan berharap Jihoon cemburu karenanya, walau sebenarnya dia tidak suka Seo bersikap seperti itu padanya.
Benar saja, Jihoon panas melihat pemandangan menyebalkan di depan matanya ini, dia jadi tidak konsentrasi membaca buku ditangannya.
“hai Jihoon…” sapa segerombolan pria tak dikenal menghampiri Jihoon, lalu duduk disamping kanan kiri depan Jihoon.
“kalian siapa ya?” tanya Jihoon agak risih dengan keberadaan pria-pria yang terlihat agak menggodanya.
Para pria itupun menyodorkan tangannya satu persatu memperkenalkan diri masing-masing, ternyata mereka adalah anak-anak dari Fakultas Ekonomi yang sudah mengaggumi Jihoon sejak lama.
Melihat Jihoon dikelilingi oleh segerombolan pria serta melihat Jihoon tidak nyaman karenanya, Kyuhyunpun selalu mengawasi keadaan Jihoon, takut-takut ada hal yang tidak baik terjadi pada gadis yang masih dicintainya itu.
Amarahnyapun muncul saat dilihatnya salah seorang dari pria-pria itu menyentuh dagu Jihoon sembarangan. Segera Kyuhyun bangkit berdiri menghampiri meja Jihoon, dan tanpa basa basi ditariknya tangan Jihoon hingga menjauhi segerombolan pria itu.
Kyuhyunpun menghentikan langkahnya di lorong rak-rak buku dimana tak ada siapapun disitu. Kyu menatap evil Jihoon dan Jihoonpun tak mau kalah.
“lepas!” kata Jihoon menarik tangannya dari genggaman tangan Kyu yang kuat itu.
Kyupun melepaskannya seraya bertanya “siapa mereka?”
“temanku…” jawab Jihoon singkat.
“jauhi mereka, mereka tidak sopan..” tegas Kyu tampak marah.
“kamu juga begitu pada unnie Seo, sama saja kan?” tandas Jihoon langsung pergi meninggalkan Kyuhyun. Rasanya panas sekali bisa meluapkan emosi seperti itu, dengan air mata yang mulai menetes, Jihoon sadar kalau dia sedang cemburu pada Kyuhyun dan Seohyun, sadar kalau sebenarnya dia jatuh cinta pada Kyuhyun.

Di sebuah café di malam hari, Jihoon menghadiri undangan ulang tahun Soo In sahabatnya, tak disangka kalau ternyata Kyuhun ada disitu juga.
“Jihoon sini..” panggil Soo In dari sebuah meja, dimana Kyu juga ada di situ. Jihoon yang baru saja datangpun memenuhi panggilan sahabatnya itu serta juga itu duduk di samping Soo In walau sebenarnya dia sangat enggan karena ada Kyu disitu. “kenalkan ini teman-temanku, mereka anak Seoul University juga..” kata Soo In memperkenalkan Jihoon pada kerabat-kerabatnya, tak disangka kalau Soo In sahabatnya Jihoon itu ternyata juga bersahabat dengan Kyuyun. Jihoon dan Kyuhyun juga saling berkenalan, berpura-pura tak pernah kenal sebelumnya.
“kamu cantik sekali..” puji Yoon Guk, salah seorang kerabat Soo In pada Jihoon.
“gomawo..” ucap Jihoon tersanjung.
“kamu sudah punya kekasih?” tanya Yoon Guk pula dan membuat semua yang ada di meja itu kecuali Kyuhyun bersorak meledek.
“ehm.. aku belum punya kekasih..” jawab Jihoon dan membuat sorakan semakin riuh.
Yoon Gukpun tersipu malu dan dengan berani dia berkata “kalau begitu, maukah kamu menjadi kekasihku?” ujar Yoon Guk penuh rasa malu, wajahnya tersipu dan matanya berusaha menatap Jihoon dengan berani.
“terima… terima…. terima…” Soo In dan semua kerabatnya yang ada disitu mendukung agar Jihoon menerima pernyataan Yoon Guk itu.
Jihoonpun tersipu malu menerima sanjungan sedalam itu dari seorang pria yang tak kalah tampan dari Kyuhyun.
Sedangkan Kyuhyun sendiri tak mampu berkata atau berekspresi apapun, dia hanya meneguk gelas demi gelas soju, hingga gelas skoci yang baru diisi kembali oleh Kyuhyun segera dirampas Jihoon dan langsung diminumnya.
“tidak semudah itu menerima cinta seorang pria yang baru beberapa  menit lalu aku kenal..” tegas Jihoon dan membuat sorakan kecewa di meja itu.
Pesta ulang tahun malam itu sangat meriah dan ramai sekali, acaranya berlangsung hingga tengah malam dan setelah itu semuanya bubar pulang.
Kyuhyun yang khawatir Jihoon pulang sendiri malam-malam seperti ini, diam-diam mengikutinya hingga sampai di halte bus tempat Jihoon menunggu bus menuju arah kampus Seoul.
Dari keajuhan Kyu memperhatikan Jihooon menunggu bus yang tak kunjung datang juga. Hingga selang setengah jam sebuah buspun datang, sebuah harapan bagi Jihoon, namun terpaksa diapun tak dapat naik, karena bus penuh penumpang.
Lebih dari setengah jam lagi Jihoon menunggu bus tak datang-datang juga. Kyuhyunpun bertindak, dia menggas motornya menuju tempat Jihoon berdiri, Jihoon begitu kaget melihat kedatangan Kyu disitu “ayo, biar kuantar pulang..” tawar Kyuhyun.
“tidak usah, terimakasih..” tolak Jihoon ramah.
“kamu mau menunggu bus sampai kapan? Sudahlah ayo, biar kuantar saja..” paksa Kyu menarik tangan Jihoon untuk naik ke atas motornya itu.
Jihoon yang juga memang sudah jenuh menunggu kedatangan bus, akhirnya menerima tawaran Kyuhyun. “pegangan yang erat..” titah Kyu supaya Jihoon berpegangan erat di perutnya. Awalnya Jihoon agak risih dan berusaha tak menyentuh tubuh Kyu sedikitpun, namun ketika Kyu menggas motornya terpaksa Jihoon jadi berpegangan erat karena takut jatuh.
“pelan-pelan Kyuppa..” pinta Jihoon sambil memegang erat tubuh Kyuhun dari belakang, karena saking dinginnya.
Mengetahui Jihoon kedinginan, karena dilihatnya lengan Jihoon yang melilit diperutnya tak tertutup apa-apa. Kyu menghentikan laju motornya, tepat di jembatan yang menyajikan view yang sangat indah karena bertaburan lampu kota yang gemerlepan. Kyupun turun dari motornya dan membiarkan Jihoon tetap duduk di atas motornya. Dibukanya jaket kulit tebal dari tubuhnya hingga hanya menyisakan kaos oblong puih yang agak mengketat ditubuhnya, lalu memakaikan jaket itu pada Jihoon.
“Kyuppa…” Jihoon menolak itu.
“udaranya dingin sekali, nanti kamu sakit..” kata Kyuhyun dan membuat hati Jihoon luluh.
“kamu sendiri jadi tidak pakai jaket..” kata Jihoon yang juga khawatir dengan keadaan Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum “aku kan laki-laki kuat, angin takan mampu membuatku sakit…”ucapnya sok.
Jihoon menyumbingkan bibirnya mendengar ucapan Kyu yang agak menggelikan baginya. Jihoon akhirnya menerima jaket Kyu itu untuk dipakainya membungkus tubuh yang sebenarnya memang kedinginan itu.
Perjalananpun dilanjutkan kembali, Jihoon memeluk Kyu begitu erat, membuat Kyu bahagia setengah mati, hingga dinginnya angin malam yang menerpa tubuhnya dirasa begitu hangat, kehangatan yang diberikan oleh wanita yang dicintainya yang kini memeluknya begitu lembut.
“aku harap perjalanan ini takan ada ujungnya..” ujar Kyu dalam hatinya yang tak bisa berhenti tersenyum.
“punggung Kyu nyaman sekali, ternyata Kyu memiliki punggung sebidang ini. Rasanya malu sekali bisa seperti ini dengan Kyu, aku bahagia sekali. Kalau saja kamu ini juga memiliki perasaan yang sama denganku, aku ingin sekali bersamamu seperti ini selamanya…” relung Jihoon yang juga tidak bisa berhenti tersenyum.
Motorpun berhenti di depan kosan Jihoon yang lebih terlihat seperti rumah tradisional Korea.
“ayo masuk dulu, kamu pasti kedinginan, biar kubuatkan segelas coklat hangat..” kata Jihoon menawarkan dengan ramahnya.
Tanpa menolak, Kyupun ikut masuk ke kosan itu.
“ini kamarku, maaf berantakan, duduklah dulu, akan kubuatkan coklat hangat di dapur…” kata Jihoon mempersilahkan Kyu masuk ke kamarnya yang ukurannya pas-pasan, lalu meninggalkan Kyu disitu.
Kyuhyun senang sekali bisa dibawa masuk ke kamar Jihoon, dia tersenyum-senyum melihat poster-poster Super Junior menempel di dinding-dinding kamar bercat putih gading yang tersusun dengan rapih dengan beberapa pernak-pernik ELF di kamar itu.
“dia benar-benar seorang ELF sejati ternyata..” gumam Kyu. Namun senyuman dan kekagumannya itu segera sirna saat dilihatnya lukisan foto Yesung terpampang di meja lukis Jihoon, dan ketika dibukanya lembar-lembar belakangnya ternyata semunya foto Yesung. Rasa cemburu itu muncul lagi dan ini semakin menegaskan pada Kyuhun kalau wanita yang dia cintai itu hanya mencintai Yesung dan mungkin di sepanjang hari-harinya dalam hatinya dan pikirannya Jihoon hanya ada Yesung seorang.
Karena kesal, tanpa menunggu Jihoon kembali dari dapur, Kyu memutuskan untuk segera pulang. Hanya saja sebelum Kyu membuka pintu kamar, Jihoon terlebih dahulu membukanya dengan segelas coklat hangat di tangannya.
“kamu mau kemana Kyuppa?” tanya Jihoon karena Kyu terlihat sudah memegang kunci motor dan jaket kulit yang Jihoon pakai tadi.
“aku mau pulang..” jawab Kyu singkat lalu segera beranjak.
Dengan segera Jihoon menahan tangan Kyu, merasa bingung melihat sikap Kyu yang tiba-tiba berubah dingin Jihoonpun bertanya “ada apa Kyuppa?”
Kyu membuang wajahnya, dia tampak marah.
Tanpa melepas pegangan tangannya dari tangan Kyu, Jihoon menaruh coklat cair itu di atas meja yang letaknya tak jauh dari tempat dia berdiri sekarang.
“ada apa? Kamu kenapa” tanya Jihoon mendesak.
Kyu tiba-tiba mendorong Jihoon dan menguncinya di dinding. Matanya memandang tajam Jihoon, hendak marah besar, namun dibuangnya pula pandangan matanya kebawah, dia tahu tak sepantasnya dia marah pada Jihoon, ini hanya masalah perasaannya saja.
“Kyuppa…” ucap Jihoon dengan perasaan campur aduk, antara takut, bingung dan prihatin.
“secinta itukah kamu pada Yesung hyung?” tanya Kyu melepas penatnya.
Jihoon bingung kenapa tiba-tiba Kyuhyun bertanya seperti itu. Dilihatnya meja lukisnya yang biasa ditutup kain putih terbuka dan terpampanglah lukisan wajah Yesung disitu dan Jihoon teringat kalau semua lembaran kertas disitu bergambarkan foto Yesung semua “Kyu pasti sudah melihatnya, tapi memangnya kenapa? Apa Kyu marah karena itu?” pikir Jhoon dalam hati.
Jihoon tersenyum memandang wajah Kyuhyun geli, dia terlihat sangat marah “kamu tahu kalau aku sangat ngefans pada Yesung kan, kenapa bertanya lagi? Tentu saja aku sangat menyukainya..”
Sudah tak dapat berpikir lagi, Kyupun segera melepas kuncian tangannya di kedua bahu Jihoon. Tubuhnya sangat lemas, dan hendak pergi. Tapi Jihoon menahannya lagi dan ~cups~ sebuah ciuman mendarat di bibir seksi Kyuhyun. Membuat si empunya tercengang hingga tak mampu berkedip memandang Jhioon. Muka Jihoonpun  merah sekali saking malunya.
“aku memang sangat ngefans pada Yesung, tapi satu-satunya pria yang aku cintai hanya kamu Kyuhyun oppa..” ungkap Jihoon malu-malu sampai-sampai tak berani melihat langsung wajah Kyu.
Kyu masih tercengang, karena tak percaya dengan apa yang sedang terjadi “kamu bilang apa Jihoon?” tanya Kyuhyun terbata-bata.
“saranghae…” jawab Jihoon malu-malu.
Seketika Kyuhyun langsung sumringah dan tak tahu bagaimana meluapkannya dia langsung memeluk erat Jihoon. “kamu bilang apa Jihoon?” tanya Kyu lagi, memastikan kalau ini sungguh benar nyata, bukan sekedar mimpi.
“saranghaeyo Kyuhyun oppa…” tegas Jihoon lagi membalas dekapan erta Kyuhyun.
Kyuhyun mencium kepala Jihoon dalam “saranghaeyo Jihoon… saranghae…. saranghae…” ucap Kyuhyun  sangat bahagai “thanks God..” katanya pula penuh ucapan syukur, tanpa dia sadari setetes air mata keluar dari ujung mata indahnya.
Perlahan dekapan itu mulai lepas. Tapi rasanya tak ingin berpisah satu sama lain. Kyuhunpun mencium bibir Jihoon lembut, membiarkannya lama menempel, sambil saling menghirup nafas masing-masing, Kyuhun memberanikan diri melumat secara perlahan bibir Jihoon sekali, lalu melepaskannya.
“mulai sekarang, kamu adalah kekasihku dan aku adalah kekasihmu..” ucap Kyu sambil membelai lembut kepala Jihoon. Jihoonpun tersenyum menandakan kesetujuannya dan Kyu kembali mencium Jihoon dikeningnya sebagai tanda kasih sayang yang mendalam.
“ini, minumlah dulu..” kata Jihoon kembali menyuguhkan coklat hangat yang dia bawa tadi. Dengan senang hati Kyuhyun menerimanya, namun ketika hendak meminumnya, Kyu tiba-tiba merasa tak mau. “kenapa oppa?” tanya Jihoon bingung.
Kyu menyentuh bibirnya sendiri dan dengan polos dia berkata “nanti terhapus…”
Awalnya Jihoon masih bingung, namun segera mengerti yang Kyu maksud adalah bekas ciuman tadi, Jihoonpun jadi tertawa. “minum saja, nanti aku beri lagi….” ucap Jihoon malu-malu mau.
“hoahhh benar ya.. aku mau mau mau..” ucap Kyu manja, lalu segera meminum coklat hangat tersebut.
Merekapun duduk bersandar di tembok, sambil menunggu Kyu menghabiskan coklat itu.
“kamu yakin kamu sungguh mencintaiku?” tanya Kyuhyun lagi.
“kamu masih tak percaya?”
“bukan seperti itu, aku merasa ini seperti mimpi, aku sangat bahagia..”
Jihoon menyandarkan kepalanya di bahu kekar Kyuhyun “sejak dulu aku menyukaimu oppa, awalnya aku berpikir kalau aku hanya menyukaimu sama seperti aku menyukai Yesung oppa atau member SJ yang lainnya, tapi lama kelamaan aku mulai mengerti kalau perasaanku tidak hanya sebatas itu, tapi lebih, aku yakin kalau aku sangat mencintai kamu..” ungkap Jihoon.
“Gomawo chagiya ini adalah harapanku selama ini. Banyak sekali hal yang sudah aku lewati selama ini untuk bisa dekat denganmu, walau kalau kuingat-ingat itu konyol sekali. Sejak awal mengenalmu dulu, sejak pandangan pertama itu aku sudah tahu kalau aku sangat menyukaimu. Aku tetap bertahan sekalipun aku tahu kalau kamu hanya menyukai Yesung hyung, aku sempat hopeless dan berpikir tak mungkin lagi aku punya kesempatan untuk masuk ke dalam hatimu, tapi… cintaku terlalu besar untukmu, itu kenapa aku kembali lagi dan kurasa aku tidak bisa hidup tanpa melihat wajahmu, aku mencintaimu Jihoon, sangat mencintaimu. Jadi sampai selamanya, aku mohon tetaplah berdiri disampingku, aku akan selalu mencintaimu…” papar Kyuhyun begitu tulus, hingga membuat Jihoon meneteskan air mata.
“aku akan selalu bersamamu selanya oppa….” ucap Jihoon juga.
“ini sudah hampir pagi, pulanglah oppa..” suruh Jihoon saat dilihatnya jam di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 03.00 subuh.
“aku masih ingin disini bersamamu..” manja Kyuhyun.
“kamu bisa kesini kapanpun kamu mau, dan kamu harus tahu karena mulai saat ini kemanapun kamu pergi, dimanapun kamu berada aku akan selalu bersamamu, karena aku ini hidup di dalam hatimu dan pikiranmu…” kata Jihoon sembari tersenyum manis.
Kyuhyun tersenyum bahagia, “baiklah, aku pulang…” kata Kyu lalu berkemas pulang. Jihoon mangantarnya hingga Kyu naik motornya.
“hati-hati…” ujar Jihoon. Namun Kyu malah diam dan tak kunjung pergi. Jihoon mengernyitkan dahinya.
“janjimu mana?” tanya Jihoon mengerti apa maksud Kyuhyun. Jihoonpun melayangkan kecupan manis ke bibir Kyuhyun, namun Kyu malah menekan kepala Jihoon hingga bibir mereka melekat kuat sekejap, lalu dilepas Kyu.
“selamat malam chagiya, gomawo…” pamit Kyuhyun sambil tertawa kecil lalu pergi meninggalkan Jihoon yang masih tercengang kaget.
Baik Kyuhyun maupun Jihoon, keduanya sama-sama tidak bisa tidur hingga matahari terbit. Keduanya sama-sama kasmaran, senyum-senyum sampai pagi membayangkan kembali moment istimewa yang baru saja terjadi dalam hidup mereka.
“morning ibu…” Kyuhyun baru saja keluar dari kamarnya, masih pakai pajama dan langsung memeluk ibunya dari belakang yang sedang menyiapkan sarapan pagi bersama Cho Irin kakak perempuannya serta bibi Neun pembantunya.
“hei, ada apa ini?” tanya ibu Kyu bingung melihat kelaukan aneh yang dimunculkan Kyu pagi-pagi.
“aku sayang ibu…” ucap Kyu manja semakin mengeratkan pelukannya. Membuat Cho Irin dan bibi Neung juga bingung dan terkekeh melihat tingkah konyol Kyu.
“kamu sedang jatuh cinta ya Kyu?” terka Cho Irin kepada adik semata wayangnya itu.
“aku sangat berterimakasih pada ibu, karena ibu telah melahirkan aku ke dunia ini sehingga aku bisa bertemu gadis secantik dia…” pukau Kyu sembari membayangi wajah Jihoon.
Ibu Kyu segera melepas pelukkan anaknya itu serta berkata “ kamu sudah punya pacar nak?”
Kyu mengangguk iya tanpa henti tersenyum.
“ibu harap yang cantik itu hatinya, bukan hanya wajahnya…” tandas ibu Kyu.
“dia cantik, segala sesuatu dalam dirinya sangat cantik, sangat cantik… berkali-kali aku berusaha melupakannya tapi ternyata aku tidak bisa, aku terlalu mencintainya…” ungkap Kyu tanpa malu-malu.
“hmmmm, cucilah mukamu dulu, setelah itu kita sarapan..” ujar ibu Kyu tersenyum melihat tingkah anaknya yang sedang berbunga-bunga itu, lalu pergi meninggalkan Kyu untuk membawa sarapan ke atas meja makan.
Cho Irin mengikuti ibunya dari belakang juga membawa beberapa makanan “kamu harus mengenalkannya pada nunamu ini ya, Kyu..” bisik Cho Irin sambil tertawa.
“okay, akan aku bawa dia ke rumah ini..” kata Kyu mengerlingkan matanya pada Cho Irin.
Hari demi haripun berlalu begitu indah, walau Kyuhyun sangat sibuk dengan jadwal manggungnya dan tugas skripsinya karena hanya tinggal 4 bulan lagi dia akan diwisuda, Kyu masih menyempatkan diri untuk bertemu dengan Jihoon. Serta mengajak Jihoon untuk berkencan ke beberapa tempat yang kebanyakan tempatnya sangat romantis. Kyuhyun juga sudah membawa Jihoon untuk diperkenalkan kepada keluarga Kyu, keluarga Kyu sangat menyambut kedatangan Jihoon, dan sangat menyetujui hubungannya dengan Kyuhyun, terlebih saat ibu Kyu tahu kalau Jihoon sangat pintar memasak, pelayanan di gereja dan aktif dalam komunitas sosial bagi masyarakat miskin.
Kyuhyun juga sudah menjalin hubungan yang baik dengan keluarga Jihoon di Mokpo, jelas kedua orangtua Jihoon sangat menyukai Kyuhyun, karena Kyuhyun adalah artis terkenal yang juga terkenal good attitude. Kyuhyun juga sangat dekat dengan ibu kos Jihoon dan wanita-wanita yang juga ngekos bersama Jihoon, sehingga sangat mudah bagi Kyu keluar masuk kedalamnya. Kalau sedang istirahat karena tidak ada jadwal kuliah atau apapun itu, Kyu seringkali pergi ke kosan Jihoon, walau itu tidak ada Jihoon. Kyu seringkali main game yang sudah jadi hobbynya yang mendarah daging, sampai-sampai Jihoon juga ketularan main game.
Hubungan keduanya sangat romantis, bahkan kadang mereka tidak terlihat sebagai sepasang kekasih tapi seperti sahabat. Kyuhyun sangat menghormati Jihoon sebagi seorang wanita, dia tidak pernah berani melakukan hal apapun pada Jihoon melebihi batas kissing sekejap.
“arghhhh, aku kalah lagi…” keluh Jihoon yang hanya mampu menang 1 kali dari sekian banyak pertandingan game melawan Kyuhyun.
“ayo semangat, Jihoon!!! Kamu  pasti bisa!!” seru Kyuhyun memberi semangat pada kekasihnya itu, tapi tak sekalipun dia mau mengalah hanya agar membiarkan Jihoon bersorak gembira.
Jihoon akhirnya kesal karena selalu kalah, “aku mau ambil minum dulu…” kata Jihoon beranjak berdiri, namun dia terjatuh karena tersandung kakinya sendiri dan kemudian menimpa Kyuhun, “awww…” pekik Jihoon.
Kedua pasang mata itupun bertemu kembali. Jantung keduanya sama-sama berdegup kencang sekali. Itu posisi yang bagus, Jihoon mengecup manis bibir Kyu, sekali, lalu dua kali lalu kemudian keduanya tersipu malu.
Kyu membantu Jihoon untuk bersama duduk, sungguh Kyu adalah pria yang baik. Walaupun saat itu bisa saja dia melakukan hal yang lebih, tapi dia sangat menghormati Jihoon. Baginya kehormatan Jihoon melebihi kehormatannya sendiri, dia begitu menyayangi Jihoon.
“ingin sekali secepatnya bisa memilikimu seutuhnya, tapi tunggulah sampai aku menjadi seorang pria yang mapan…” senyum Kyuhyun sambil menatap Jihoon penuh arti.
Jihoon juga tersenyum lebih lebar lalu memegang erat kedua telapak tangan Kyuhyun “aku akan selalu menunggumu, Kyuppa…”
“kelak apapun yang terjadi nanti, percayalah bahwa aku selalu mencintaimu..” ujar Kyuhyun balik menggenggam erat tangan Jihoon.
“ne~” jawab Jihoon.
Cinta yang indah, cinta yang manis bukanlah cinta yang dibangun karena nafsu tapi karena rasa saling memiliki dan mencintai, menerima apa adanya, mampu berkorban dan saling percaya. Itulah cinta yang terus dibangun dan dijaga oleh Kyuhyn dan Jihoon, semuanya berjalan begitu baik dan mereka berdua sama-sama sadar kalau mereka diciptakan untuk bersama.
Tapi mereka juga manusia biasa, cinta yang murni adalah cinta yang harus mampu dibakar dan dikerat untuk bisa menghasilkan cinta yang baik dan sejati. Apakah Kyuhyun dan Jihoon mampu untuk itu?
Cobaan cintapun datang takala keduanya sudah mantap memadang kedepan…

FANS: I Like Rain, Kyuhyun ~Part 1

FANS: I Like Rain, Kyuhyun ~Part 1:                 Hingga pada
suatu hari Kyuhyun tak mampu membendung rasa rindunya untuk sekedar melihat
wajah Jihoon. Misinya berhasil, Kyuhyun melihat Jihoon di ruang seni lukis
Universitas Seul, dilihatnya Jihoon, wanita berkucir satu itu sedang duduk di
depan canvas menggoreskan setiap garis demi garis disitu. Dia sangat bahagia
melihat Jihoon disitu, namun senyumannya sirna sudah saat dilihatnya apa yang
sedang Jihoon lukis, Yesung.

Sabtu, 04 Oktober 2014

I Like Rain, Kyuhyun ~Part 1

                Musim gugur yang indah, malam ini akan diadakan konser MuBank, acara konser mingguan yang ditayangkan oleh stasiun televis swasta SBS. Hari ini konser sangat ramai dengan penonton, maklum saja MuBank malam ini menghadirkan  sebuah boyband kelas dunia ‘Super Junior’.
                Sebuah lagu yang sedang hits, ost dari drama Korea Gray Paper dibawakan oleh penyanyinya Yesung, salah satu member Super Junior yang sengaja malam ini berduet dengan dongsaengnya di Super Junior, Cho Kyuhyun.
                Ditengah alunan lagu, Yesung menarik tangan seorang gadis di deretan bangku penonton paling depan. Wanita itu kaget dan tersipu malu saat Yesung menuntunnya naik ke atas panggung hingga kini mereka bertiga bersama di atas panggung menyanyikan lagu ballad tersebut.
Melihat wanita itu tampak hafal dengan lagunya, Yesungpun memberikan micnya pada wanita itu dan menyuruhnya untuk menyanyi, tak ragu wanita itu segera menyanyi. Yesung dan Kyuhyun tercengang mendengar suara merdu yang keluar dari bibir manis wanita berkucir satu itu, terlebih para penonton yang sempat mengira-ngira kalau wanita itu adalah seorang penyanyi juga. Lagu itu sukses dinyanyikan secara trio dan sanggup membuat sorakan membahana di ruangan yang sangat luas itu.
Usai nyanyi, Yesung mengajak wanita muda itu untuk mengikutinya ke belakang panggung. Dibelakang panggung para artispun memberi tepuk tangan meriah pada ketiga orang itu karena mereka bertiga sanggup bahkan membuat semua orang dibelakang panggung terpukau.
“wow.. siapa ini?” tanya Leeteuk menyambut kedatangan wanita itu. Wanita itupun tersipu malu karena dia kini berhadapan langsung dengan artis-artis idolanya.
“siapa namamu nona?” tanya Yesung.
“Kim Jihoon..” jawab wanita itu masih malu-malu.
“aku Eunhyuk..” Eunhyuk  langsung menyalami Jihoon dengan semangat, membuat muka Jihoon semakin merah.
“suaramu bagus sekali.. aku suka mendengarnya..” puji Ryeowook yang juga salah satu member dari SJ.
“terimakasih oppa..” ucap Jihoon membungkukan badannya.
“apa kamu ELF?” tanya Leeteuk saat melihat kaos yang dipakai Jihoon bergambarkan foto 13 member Super Junior.
“ne oppa..” jawab Jihoon bangga.
“waaaaahh terimakasih karena sudah menyukai kami..” kata para SJ bersamaan.
“dengan cepat Eunhyuk  menyambar  “kau sudah punya pacar?” tanyanya dan itu membuat seisi backstage bersorak riuh.
“belum..” jawab Jihoon malu dan suara riuhan semakin membahana.
“kau fansnya Eunhyuk? Jewelkah?” tanya Sungmin memperkukuh godaan Eunhyuk.
“bukan…” jawab Jihoon sangat jujur dan polos sehingga membuat kecewa seisi backstage dan sungguh ribut sekali.
“jadi??” tanya Sungmin penasaran sambil mentertawai Eunhyuk.
“aku could..” jawab Jihoon. Yesungpun disoraki hingga mukanya tak kalah merah dari Jihoon. Could adalah nama fansnya Yesung.
“kamu kelas berapa?” tanya Donghae mengorek identitas Jihoon.
Merasa terus menerus diintrogasi Jihoon hanya tertawa-tawa malu, “aku seorang mahasiswa oppa..” jawab Jihoon.
“oh hahhah aku kira kamu masih SMA hahah..” kekeh Donghae, karena memang tampang Jihoon masih sangat polos dan lagipula kebanyakan ELF itu dari kalangan anak sekolahan. “semester berapa dan dimana?” tanya Donghae lagi.
“aku semester 5, jurusan Seni lukis di Universitas Seoul..” terang Jihoon.
“waaahhhh berarti satu kampus dengan Kyuhyun..” seru Ryeowook sembari menepuk-nepuk bahu Kyuhyun.
Jihoonpun tersenyum, dia sudah tahu hal itu wajar saja kan dia ELF. “aku juga di Seoul University jurusan matematika semester akhir.. berarti kamu juniorku ya..” papar Kyuhyun. Jihoonpun tersenyum lebih lebar.
Demikianlah perkenalan para SJ member  dengan Jihoon, seorang fans Super Junior. Hubungan kekerabatanpun terjalin sangat baik.

Suatu hari dimusim hujan, Kim Jihoon berjalan menuju perpustakaan Universitas Seoul dengan sebuah payung berwarna biru langit yang meneduhi dirinya dari derasnya hujan. Gadis muda itu berjalan seorang diri dengan asyiknya sambil memainkan setiap riakan air dengan kakinya yang berkasutkan sepatu sandal.
Langkahnyapun terhenti tak jauh dari perpustakaan yang memilki jalan lurus panjang. Seorang pria yang tak asing sedang berteduh sendirian di telepon umum dipinggiran jalan itu. Pria itu sudah memandangi Jihoon sejak tadi.
“Kyuppa…” sapa Jihoon, lalu menghampiri Kyuhyun ketelepon umum dengan senang hati melangkah girang hingga membuat roknya berkibas-kibas cantik.
“Kim Jihoon… wanita ini cantik sekali…” ucap Kyuhyun daalam hatinya sambil tak berkedip sekalipun dengan terus memandangi Jihoon yang terus melangkah menghampirinya.
“Kyuppa…” sapa Jihoon tersenyum ramah memecah keheningan lamunan Kyuhyun yang terpesona melihat dirinya.
“ohhh haii..” sapa balik Kyu gugup dan salah tingkah karena kini Jihoon berdiri tepat dihadapannya.
“Kyuppa kenapa?” tanya Jihoon bingung melihat Kyuhyun tiba-tiba senyum-senyum dan sibuk sendiri.
“aku tidak apa-apa..” jawab Kyuhyun malu. “astaga aku ini keanpa? Kenapa aku nerveous sekali?” ucap Kyuhyun dalam hatinya.
Jihoonpun tersenyum, “oppa mau kemana?”
“aku mau ke perpustakaan mengembalikan buku..”
“waaahhh kebetulan aku juga mau keperpustakaan, ayo kita bersama” ajak Jihoon sambil menjulurkan payung ditangannya.
“ohh tidak usah terimakasih..” tolak Kyu karena saking nerveousnya.
“kamu tidak mau sepayung denganku?” kata Jihoon tampak kecewa.
“ahhh ani ani, bukan seperti itu..” elak Kyu “oke baiklah, tapi aku tidak merepotkanmu kan?”
“ani oppa..” jawab Jihoon terlihat sangat riang.
Sekali lagi Kyu melihat wajah Jihoon yang membuatnya tercenganng, LOVE.
Jihoon dan Kyuhyun berjalan menuju perpustakaan dengan satu payung peneduh.
Kyuhyun tampak mengelakkan kakinya saat sebuah genangan air diinjak Jihoon hingga menciprat celananya.
“ahh mian oppa.. mian..” ucap Jihoon merasa bersalah melihat celana Kyu jadi kotor.
“ne tidak apa-apa..” tawa Kyuhyun. “kamu suka hujan? sejak tadi kulihat kamu senang sekali menikmati turunya hujan..”
“ne.. karena ketika hujan semuanya tampak segar berseri, fresh dan aku suka pakai payung hahah..” jawab Jihoon polos. Jihoon tak berhenti tersenyum dan itu membuat wajahnya semakin mempesona Kyuhyun yang terus saja memandangi wajah polos Jihoon. “kita sampai..” kata Jihoon saat mereka sampai di depan pintu perpustakaan, lalu menutup payungnya dan menaruhnya di tempat penyimpanan payung yang terletak di depan pintu perpustakaan.
“gomawo Jihoon..” ucap Kyu.
Dan ditepis manis oleh Jihoon “ne sama-sama oppa..”
Mereka berpisah, Kyuhyun berjalan menuju rak-rak buku bagian Seni Rupa dan Desain yang cukup jauh dibelakang. Ruang perpustakaan Universitas Seoul memang sangat luas, ada puluhan ribu buku disana yang tertata rapih dan sangat indah dipandang mata, maklum Universitas Seoul adalah universitas no  1 di Korea. Setelah mengembalikan buku, Kyuhyunpun berinisiatif mencari Jihoon, dia sangat penasaran dengan wanita yang telah mempesonanya itu. Dia berjalan kearah rak-rak buku seni rupa dan desain, dia yakin Jihoon pasti ada disana, dan perkiraannya benar, wanita itu ada disana sedang mengulik buku-buku. Kyuhyun mencuri pandang dari sela-sela rak buku. Dipandangnya wajah Jihoon dengan seksama, “dia begitu cantik..” gumannya dalam hati. Jihoon wanita biasa yang berpenampilan sederhana, pakaiannya sederhana, hanya menggunakan kemeja dan rok selutut dengan rambut dikucir satu sedang membaca sebuah buku dan bersandar di rak buku di belakangnya. “apa aku sedang jatuh cinta?” tanya Kyu pada dirinya sendiri, matanya masih tak beralih dari wanita itu. “sejak awal bertemu dengannya beberapa bulan lalu, aku sudah terpikat dengannya, awalnya aku tak yakin dengan perasaanku, tapi kini aku yakin kalau aku benar-benar jatuh cinta padanya..” tutur Kyu dalam heningnya.
“oppa..” seru Jihoon terkejut melihat sosok Kyu di sisi lain dari rak buku itu. Itu membuat Kyuhyun lebih kaget. Jihoonpun  merenggangkan buku-buku dirak itu sehingga dapat memperjelas sosok Kyu disitu, “oppa sedang apa?” tanya Jihoon lagi.
Kyuhyun dengan gugup berkata, “aku sedang mencari buku..”
Jihoon mengkerutkan keningnya, “ehhhh oppa kan jurusan matematika, kenapa mencari buku di rak seni?”
“hahahahha aku salah rak sepertinya hahahaha aku pergi dulu..” elak Kyuhyun dan itu membuatnya tampak bodoh.
Jihoon geleng-geleng kepala melihat Kyu pergi, “ya ampun kok bisa ya? Jurusan matematika kan raknya ada di paling depan perpustakaan, bagaimana bisa dia tersesat sampai kebelakang sini hehe…” kekeh Jihoon.
Sepulangnya meminjam buku dari perpustakaan, Jihoon pulang ketempat kosnya yang tak terlalu jauh dari kampus, karena rumahnya ada di daerah Mokpo yang jauh sekali dari kota Seoul. Jihoon tinggal disebuah kamar yang letaknya paling depan dekat pintu kosan, disana yang kos hanya wanita saja dan ibu kosnyapun sangat ramah dan telah menganggap anak-anak yang kos disitu sebagai anaknya sendiri.
Di dalam kamar yang tak luas itu hanya ada sebuah kasur, lemari pakaian, televis dan DVDnya serta alat-alat  lukis Jihoon. Kamar itu tertata sangat rapih dan bersih dan ada beberapa poster Super Junior didinding kamarnya.

Kyuhyun sungguh telah jatuh cinta pada Jihoon, pria bermarga Cho itu seringkali berkunjung ke fakultas seni rupa yang jaraknya cukup jauh dari fakultas matematika. Misinya untuk melihat Jihoonpun berhasil, Kyuhyun jadi sering berjumpa dengan wanita pujaannya itu.
Hingga disuatu hari.
“oppa  kenapa ada disiini? Bukankah Super Junior ini hari akan konser?” tanya Jihoon
“Ya ini juga aku mau pergi.. kamu mau ikut?”
 “aku boleh ikut? Ahh tidak, aku datang nanti saja bersama teman ELF yang lain.”
“ayo kita pergi bersama saja yuk..” ajak Kyuhyun.
“ya, aku mau hahaha” tawa Jihoon sebenarnya dia senang sekali bila  pergi bersama Kyuhyun yang juga dia idolakan.
Ditengah perjalanan menuju tempat parkiran mobil Kyuhyun, hujan deras turun tiba-tiba, Kyuhyun dan Jihoon berlari karena tidak bawa payung dan tidak ada tempat berteduh juga. Alhasil baju mereka basah kuyup. Hingga mereka sampai disebuah sisi bangunan fakultas musik untuk berteduh.
Jihoonpun menutup tubuhnya dengan tas karena kemeja putih yang dia gunakan menjadi transparan karena basah. Melihat hal itu muka Kyuhyun jadi merah dan dia malu sekali, “oppa lihat apa?!” tanya Jihoon penuh curiga dan berjalan mundur menjauhi Kyuhyun.
Kyuhyun garuk-garuk kepala saking malunya “mianhaeyo~ aku tak sengaja melihatnya..” kata Kyu sambil senyum-senyum. Diapun membuka ranselnya, mengeluarkan 3 buah kaos putih yang masih kering.
“itu baju Super Junior KRY ya?” tebak Jihoon, karena di kaos itu masing-masing berfotokan Kyuhyun, Ryeowook, dan Yesung yang tergabung dalam sub-unit Super Junior KRY (Kyuhyun Ryeowook Yesung).
“pakai ini… kata Kyu memberikan kaos bergambar dirinya pada Jihoon. “aku pakai yang itu saja oppa..” ucap Jihoon menunjuk pada kaos bergambar Yesung.
Sigap Kyuhyun menatap sinis Jihoon, “kamu pakai yang ini saja!” paksa Kyu karena cemburu, Kyu tahu benar kalau Jihoon sangat menyukai Yesung hyungnya.
Akhirnya Jihoopun menerima kaos pemberian Kyuhyun itu, “ennng bagaimana bisa aku memakai ini?” tanya Jihooon bingung, karena WC pun jaraknya jauh dari situ.
“ganti baju saja disitu… lagipula tidak ada orang disini..”
“hahha, kamu ini… tidak usah, terimakasih..” tolak Jihoon merasa risih.
“kamu sudah menggigil seperti itu masih mau basah-basahan.. sudah ganti saja bajumu, aku akan mengawasi sekitar.. “
“oppa.. tidak mungkin..” tolak Jihoon lagi. “bagaimana bisa aku ganti baju kalau ada Kyuhyun disini, dia gila atau yadong?” gerutu Jihoon dalam hatinya.
“kamu percaya saja padaku, aku tidak akan mengintip..” tegas Kyuhyun meyakinkan.
Jihoonpun meyakinkan dirinya untuk percaya pada Kyuhyun berhubung badannyapun sudah sangat kedinginan. Jihoon mengganti bajunya dibelakang Kyuhyun, takut-takut malah ada orang yang lihat. “oppa jangan lihat kebelakang!” kata Jihoon mengingatkan.
Kyuhyun terkekeh sambil menerawang sekelilingnya memastikan tak seorangpun melihat Jihoon mengganti baju.
“oppa kenapa tertawa-tawa? Jangan tertawa!” tegur Jihoon saat berusaha secepat mungkin memakai kaos pemberian Kyuhyun.
“kamu ini cerewet sekali.. sudah belum? Lama sekali pakai baju saja..” ucap Kyuhyun balik mencereweti Jihoon sambil tertawa.
“sudah…” jawab Jihoon cemberut.
“aku sudah boleh lihat kebelakang?” tanya Kyuhyun masih terkikik dengan nada suara menggoda.
“ikhh oppa… menyebalkan!” gerutu Jihoon.
Kyupun membalikan badannya dan melihat Jihoon dengan kaos bergambar dirinya yang agak kebesaran. Kyuhyun memandangi Jihoon dengan seduktif sambil senyum-senyum.
“kenapa senyum seperti itu?” tanya Jihoon merasa risih.
“kamu cantik sekali pakai baju itu..” goda Kyuhyun dan membuat muka Jihoon yang sudah merah, tambah merah.
“huh! Mentang-mentang ini bajumu.. tidak pakai baju inipun aku akan tetap cantik..” gerutu Jihoon sambil tertawa sombong.
“ya ya ya..” aku Kyuhyun tampak terpaksa mengiyakan statement Jihoon.
Tiba-tiba Kyuhyun membuka bajunya yang basah itu. Hingga membuat muka merah  Jihoon tak terbendung lagi. Jihoonpun menutupi mata dengan celah di jari-jarinya. Kyuhyun yang mengetahui hal itu dibuat jadi tertawa. “hey, kalau mau lihat, ya lihat saja.. jangan ngintip-ngintip seperti itu..” tegas Kyuhyun.
“huah enak saja aku tak lihat apa-apa kok!” elak Jihoon dan membuat Kyuhyun tambah tertawa. “dia tampan sekali wah absnya indah sekali, putih, bersih dan seksi hahaha” pukau Jihoon dalam hatinya.
“kenapa kamu malah pakai bjau oppa Ryeowook? Kenapa bukan pakai bajumu sendiri ini?” tanya Jihoon masih bingung kenapa dia memaksanya memakai baju Kyuhyun dan tidak mengabulkan permintaannya untuk pakai baju Yesung saja.
“memangnya kenapa? Kamu tidak suka pakai bajuku?” tanya Kyu balik.
“aniya, bukan seperti itu, hanya aneh saja..”
“aku ingin kamu pakai bajuku!” tegas Kyu. Jihoon tertegun mendengar pernyataan Kyu yang tak masuk akal itu. “kenapa ohhh kamu ingin pakai baju Yesung hyung? Oh iya aku lupa kamu kan suka sama Yesung hyung..” gerutu Kyuhyun menyodorkan baju Yesung dan mengisyaratkan supaya mengganti bajunya lagi.
 Jihoon tertawa melihat sikap aneh Kyuhyun, “kamu cemburu ya?” tembak Jihoon to the point.
“mwo?”
“kamu terlihat cemburu oppa..”
Kyuhyun tertawa sombong, “kenapa juga aku harus cemburu? Ini pakai baju Yesung hyung saja.. buka bajuku!” desak Kyu.
“kamu ingin aku buka baju lagi hah! Aku pakai bajumu saja!!” tegas Jihoon “benar ternyata kamu ini si evil Kyu!” cerutu Jihoon membuat kerucut dibibirnya.
“aisssh kamu ternyata menyebalkan juga yach.. kembalikan bajuku..” paksa Kyuhyun menarik-narik bajunya yang dipakai Jihoon. Jihoonpun melakukan perlawanan tak rela melepaskan baju putih tak berkerah milik Kyuhyun dan “oooppppppaaaaaaa..” karena Kyuhyun menarik-narik bajunya, Jihoon sendiripun ikut tertarik hingga tubuh mereka menempel dan jarak diantara wajah mereka hanya tinggal beberapa senti.
Jantung mereka berdua berdegup kencang sekali, keduanya sama-sama saling menatap dan sama-sama terpaku dalam beberapa waktu.
“astaga, apa ini? Dia cantik sekali, apa ini mimpi?” ujar Kyuhyun dalam hatinya, Kyu bahkan tak berani bernafas ataupun berkedip satu kalipun memandangi wanita idamannya sedekat ini.
“oppa..” ucap Jihoon memecah keheningan Kyuhyun, karena diapun tak bisa melepaskan diri akibat tangan Kyuhyun yang memangku pinggangnya.
Dengan terkejut, Kyu melepaskan tangannya dari pinggang ramping Jihoon. Tubuhnya gemetaran saking nerveousnya “mianhaeyo~” ucapnya sambil garuk-garuk kepala.
“iya tidak apa-apa oppa.” Jawab Jihoon yang juga nerveous “Kyupa kenapa? Aku jadi malu.. tapi ternyata dia tampan sekali ya.. semakin dekat dilihat, dia semakin tampan, pantas saja fansnya si evil ini banyak sekali..” pukau Jihon.
Karena keduanya sama-sama malu, ditempat teduh sisi gedung itu mereka berdiri menunggu hujan berhenti. Dalam jarak satu sama lain yang  kurang lebih 1 meter itu mereka tak saling bicara, yang terdengar hanyalah suara hujan yang turun. Suara gemercik hujan yang indah, suasana yang indah dan wangi dunia yang indah. Dingin tapi karena bersama jadi terasa hangat dan.... “aku suka hujan...” ucap mereka berdua bersamaan dalam hati masing-masing.
Oneuldo ne giegeut ttarane maeda
I gil kkeoteseo seo seongineun na
Dasin bol sudo eomneunnga nareul butjaba
Naneun tto i gireul mutneundo
Neol bogo sipdago
Tto ango sipdago
Jeohaneul bomyeo gidohaneun nal
Nyanyi Jihoon dalam keheningan itu, nyanyianpun tiba-tiba terhenti saat Kyuhyun ikut menimpal.
Niga animyeon andwae
Neo eobsin na andwae
Mendengar itu Jihoon terlihat begitu senang dan dia tersenyum lalu senyuman itu dibalas juga oleh Kyuhyun, dan akhirnya mereka nyanyi bersama.
Na ireokhe haru handareul
Tto illyeoneul
Na apado joha
Nae man dachyeodo joha nan
Geurae nan neo hanaman
Saranghanika
Keduanya saling melempar senyum sampai akhirnya tampak dari kejauhan Yesung datang menggunakan payung menghampiri Kyuhyun dan Jihoon.
“Kyu!!” seru Yesung.
“hyung..” ucap Kyu kaget melihat Yesung ada di kampusnya.
“kenapa kamu masih disini? Ini sudah saatnya kita show..” tegur Yesung “handphonemu tak dapat dihubungi, semua orang mencarimu, untung saja feelingku kuat, kalau kamu masih ada disini...” cerutu Yesung yang sangat kesal sekali melihat dongsaengnya itu.
“ne, mianhaeyo hyung, handphoneku mati, lagipula aku terjebak hujan disini..”ucap Kyu memberi alasan.
“seharusnya kamu bisa menerobos hujan Kyu!” cerewet Yesung terhenti saat melihat Jihoon memasang muka yang seakan turut bersalah juga.
“yasudah ayo kita pergi..” ajak Yesung sambil memberikan sebuah payung yang ukurannya lebih kecil dari yang dia pakai kepada Kyuhyun. “ayo, Jihoon...” ajak Yesung satu payung dengannya.
Jihoon menampiknya dengan senyuman selebar mungkin, wajar Jihoon ngefans mati sama Yesung.
Melihat Yesung dan Jihoon sepayung berdua, menimbulkan rasa cemburu pada Kyuhyun yang berjalan di belakang. Dengan jahil, Kyuhyunpun mencipratkan becekan air ke celana panjang Yesung dan juga mengenai kaki mulus Jihoon.
“Kyuhyun...” tegur Yesung kesal bukan main.
Tapi Kyuhyun hanya menundukkan kepala, “mian, aku tak sengaja..” ucapnya sambil sedikit tersenyum.
Malam itu konser Super Junior KRY berlangsung dengan sangat meriah dan fantastis. Jihoon duduk di bangku barisan paling depan bersama ELF lainnya. Dia memakai baju bergambar Kyuhyun tapi yang selalu dia teriaki adalah nama Yesung. Lagi-lagi Kyuhyun dibuatnya cemburu setengah mati.
Suara indah ketiga orang itu mampu membius seluruh ELF, hingga gemuruhan suara teriakan histeris, melompat, bernyanyi tak henti-hentinya bergema di Neuro stadium yang terletak di jantung kota Seoul. Light stick biru terus berkibar menjadikan stadium itu bagaikan lautan shapire blue yang sangat memukau, menandakan betapa indah dan kuatnya ELF bagi Super Junior. Inilah FANS, melakukan hal yang terkadang terlihat tidak penting, tapi inilah kesenangan dan kebahagiaan seorang FANS.
Sama seperti ELF lainnya, Jihoon ikut berlarian mengejar Yesung, Kyuhyun dan Ryeowook setelah konser usai hanya untuk meminta tandatangan dan foto bersama.
“Jihoon..” ujar Yesung saat melihat Jihoon ikut menyodorkan sebuah notes untuk tandatangan Yesung. Yesungpun mengambil notes Jihoon dan membubuhkan tandatangannya disitu.
“ghamsahamnida oppa..” kata Jihoon membungkuk-bungkukkan badannya. Saat dilihatnya notes itu, bukan hanya tandatangan saja yang ada disitu, tapi juga ada sebuah catatan –temui aku di parkiran, kalau ada yang tanya, tunjukkan saja note ini, see you Jihoon^^-
Betapa senangnya hati Jihoon mendapatkan note dari Yesung seperti ini, berharap ada suatu hal yang akan dia dapatkan dari Yesung nanti.
Saat Jihoon mengalihkan pandangannya, dilihatnya Kyuhyun sedang memandanginya. Jihoonpun berlari menghampiri Kyuhyun yang juga sedang digandrungi oleh fans-fansnya. Berkali-kali Jihoon menyodorkan notesnya juga untuk mendapatkan tandatangan Kyu, Kyu sama sekali tak menghiraukannya, hingga membuat Jihoon kesal. Hingga akhirnya Jihoonpun memutuskan untuk pergi dan meminta tandatangan Ryeowook. Hal itu membuat Kyu bertambah kesal.
Di parkiran basement, Jihoonpun menunggu kedatangan Yesung di depan mobilnya “Kyuhyun itu memang menyebalkan ya, aku tidak menyangka kalau aku bisa diacuhkan seperti tadi olehnya, dasar evil Kyu!” gerutu Jihoon.
“hei, kamu sedang bicara dengan siapa?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba muncul di belakang Jihoon.
Jihoon yang terkaget dengan keberadaan Kyuhyun hanya bisa mengelus-elus dadanya yang hampir saja meledak kaget, “hah! Tidak, aku tidak bicara dengan siapa-siapa... “elak Jihoon.
“kamu ngapain disini?” tanya Kyuhyun pula.
“Jihoon...” terdengar suara Yesung menyerukan nama Jihoon dari kejauhan bersama dengan Ryeowook dan beberapa staf SM.
Jihoonpun tersenyum lebar melihat kedatangan idolanya yang sangata tampan dan perfect. “kenapa Kyuppa?” tanya Jihoon saat melihat raut wajah cemberut Kyuhyun.
“kamu suka Yesung hyung?” tanya Kyuhyun tapi tak mau memandang wajah Jihoon.
“ne..” jawab Jihoon seketika itu juga penuh antusias, membuat hati Kyu hancur berkeping-keping. “aku kan...”
“aku pulang duluan...” potong Kyuhyun dan langsung pergi dengan mobilnya.
“Kyuhyun langsung pulang?” tanya Yesung setelah sampai di hadapan Jihoon.
“ya...” jawab Jihoon datar. Karena sebenarnya dia juga merasa bingung dan tak enak dengan sikap Kyu yang tak ramah itu.
“anak itu kenapa sich? Belakangan ini sikapnya aneh sekali.” Ujar Yesung “padahal kita mau makan malam bersama, yasudahlah kita-kita saja..” kata YEsung pada Jihoon, Ryeowook dan beberapa staff.
Jihoon dan yang lainnya makan malam bersama di sebuah restaurant mewah di kota itu. Jihoon terlihat sangat senang bisa makan malam bersama idolanya, ini bisa jadi moment yang takan terlupakan oleh seorang FANS. Jihoon dan Yesung selca dan foto mereka itu langsung diunggah Jihoon di akun Twitternya.
Ponsel Kyuhyunpun berdering, Kyuhyun memang berlangganan notifikasi tweetnya Jihoon, dan foto selca Yesung Jihoon terpampang di ponselnya. “arghhh!!!” teriak Kyuhyun dalam kamarnya.
“hei, kenapa Kyu?” tanya Donghae yang kebetulan saat itu sedang bermain di rumah Kyuhyun, setelah melepas headset dari telinganya, Donghae memastikan kembali keadaan Kyuhyun yang duduk lesehan disampingnya, “kamu baik-baik saja Kyu?”
Kyuhyun tak menjawab, dia menekuk kedua kakinya menempel hingga kedadanya, melipat kedua tangannya di atas kakinya itu serta menangguhkan dagunya dengan muka lesu cemberut.
“kyuhyun…” panggil Donghae lagi karena tadi merasa tak direspon, dia menyentil-nyentil kepala Kyuhyun nakal. Awalnya Kyuhyun sama sekali tak merespon, tapi lama kelamaan…
“hyung!!” sentak Kyuhun dan membuat Donghae kaget sampai dia bergeser kebelakang.
“kamu kenapa Kyu?” tanya Donghae masih tercengang melihat Kyu yang sudah sangat evil.
“aku mau tidur, jangan ganggu aku, Hyung!” tegas Kyuhyun lalu segera berjalan menuju tempat tidurnya ditutupi selimut.
“haha, sepertinya aku tahu… kamu pasti sedang jatuh cinta ya Kyuhyun..” tebak Donghae lalu ikut berbaring disamping dongsaengnya itu.
“aku sedang patah hati hyung..” bisik Kyuhyun dari dalam selimut.
Hari demi haripun berlalu, Kyuhyun telah lama tak lagi muncul di Fakultas Seni, demikian juga diperpustakaan ataupun di daerah manapun sekitaran kampus Seoul.
Hingga pada suatu hari Kyuhyun tak mampu membendung rasa rindunya untuk sekedar melihat wajah Jihoon. Misinya berhasil, Kyuhyun melihat Jihoon di ruang seni lukis Universitas Seul, dilihatnya Jihoon, wanita berkucir satu itu sedang duduk di depan canvas menggoreskan setiap garis demi garis disitu. Dia sangat bahagia melihat Jihoon disitu, namun senyumannya sirna sudah saat dilihatnya apa yang sedang Jihoon lukis, Yesung.
Yesung hyungnya yang membuatnya cemburu pada Jihoon selama ini. Selesai, kini rasanya semuanya sudah benar-benar lenyap, dalam relung Kyuhyun, dia sangat hancur dan remuk, Kyuhyun terlalu dalam mencintai Jihoon, namun cintanya bertepuk sebelah tangan. Dan baginya, rasanya sudah tidak ada harapan lagi, untuk mengejar cintanya Jihoon.
 ~to be continue