Musim hujan usai, digantin dengan musim semi.
Kyuhyun menyandarkan tubuhnya disebuah batang pohon yang lacukup rindang di
fakultasnya. “kenapa hujan tak datang lagi? Padahal aku suka hujan..” relung
Kyuhyun sembari menatap langit biru.
“huh! Kyuppa kemana ya? Aku sudah lama tak
melihatnya…” relung Jihoon pada waktu yang bersamaan saat melewati sisi
bangunan Fakultas Musik yang bersebelahan dengan fakultasnya, tempat dia dan
Kyuhyun dulu berteduh bersama. “aku merindukanmu Kyuppa..” Jihoon menyentuh
tembok bangunan itu berusaha merasakan suasana aura kejadian yang terjadi
kurang lebih sebulan yang lalu. “aku belum yakin apa aku ini jatuh cinta padamu
atau tidak, tapi yang pasti saat ini aku sangat merindukkanmu, oppa…”
Disuatu hari yang lain, Jihoon dan Kyuhyunpun
akhirnya bisa bertemu muka dengan muka lagi. Di perpustakaan kampus, di ruang
baca. Jihoon duduk sela tiga meja dari meja tempat Kyuhyun duduk. Mereka
sama-sama saling melihat tapi tak saling bertegur sapa. Tadinya Jihoon mau
menyapa, tapi melihat sorot mata Kyu yang acuh dan lagipula Kyuhyun sedang
duduk bersama Seohyun SNSD, wanita yang dikabarkan punya hubungan khusus dengan
Kyu.
Kyuhyun dan Seohyun terlihat cocok, sesekali
Seo bersikap centil pada Kyu, dan Kyupun menampiknya sengaja membuat dirinyapun
terlihat mesra di depan Jihoon dan berharap Jihoon cemburu karenanya, walau sebenarnya
dia tidak suka Seo bersikap seperti itu padanya.
Benar saja, Jihoon panas melihat pemandangan
menyebalkan di depan matanya ini, dia jadi tidak konsentrasi membaca buku
ditangannya.
“hai Jihoon…” sapa segerombolan pria tak
dikenal menghampiri Jihoon, lalu duduk disamping kanan kiri depan Jihoon.
“kalian siapa ya?” tanya Jihoon agak risih
dengan keberadaan pria-pria yang terlihat agak menggodanya.
Para pria itupun menyodorkan tangannya satu
persatu memperkenalkan diri masing-masing, ternyata mereka adalah anak-anak
dari Fakultas Ekonomi yang sudah mengaggumi Jihoon sejak lama.
Melihat Jihoon dikelilingi oleh segerombolan pria
serta melihat Jihoon tidak nyaman karenanya, Kyuhyunpun selalu mengawasi keadaan Jihoon,
takut-takut ada hal yang tidak baik terjadi pada gadis yang masih dicintainya
itu.
Amarahnyapun muncul saat dilihatnya salah
seorang dari pria-pria itu menyentuh dagu Jihoon sembarangan. Segera Kyuhyun
bangkit berdiri menghampiri meja Jihoon, dan tanpa basa basi ditariknya tangan
Jihoon hingga menjauhi segerombolan pria itu.
Kyuhyunpun menghentikan langkahnya di lorong
rak-rak buku dimana tak ada siapapun disitu. Kyu menatap evil Jihoon dan
Jihoonpun tak mau kalah.
“lepas!” kata Jihoon menarik tangannya dari
genggaman tangan Kyu yang kuat itu.
Kyupun melepaskannya seraya bertanya “siapa
mereka?”
“temanku…” jawab Jihoon singkat.
“jauhi mereka, mereka tidak sopan..” tegas Kyu tampak marah.
“kamu juga begitu pada unnie Seo, sama saja
kan?” tandas Jihoon langsung pergi meninggalkan Kyuhyun. Rasanya panas sekali
bisa meluapkan emosi seperti itu, dengan air mata yang mulai menetes, Jihoon
sadar kalau dia sedang cemburu pada Kyuhyun dan Seohyun, sadar kalau sebenarnya
dia jatuh cinta pada Kyuhyun.
Di sebuah café di malam hari, Jihoon
menghadiri undangan ulang tahun Soo In sahabatnya, tak disangka kalau ternyata
Kyuhun ada disitu juga.
“Jihoon sini..” panggil Soo In dari sebuah
meja, dimana Kyu juga ada di situ. Jihoon yang baru saja datangpun memenuhi panggilan sahabatnya itu serta juga itu duduk di samping
Soo In walau sebenarnya dia sangat enggan karena ada Kyu disitu. “kenalkan ini
teman-temanku, mereka anak Seoul University juga..” kata Soo In memperkenalkan
Jihoon pada kerabat-kerabatnya, tak disangka kalau Soo In sahabatnya Jihoon itu
ternyata juga bersahabat dengan Kyuyun. Jihoon dan Kyuhyun juga saling
berkenalan, berpura-pura tak pernah kenal sebelumnya.
“kamu cantik sekali..” puji Yoon Guk, salah
seorang kerabat Soo In pada Jihoon.
“gomawo..” ucap Jihoon tersanjung.
“kamu sudah punya kekasih?” tanya Yoon Guk
pula dan membuat semua yang ada di meja itu kecuali Kyuhyun bersorak meledek.
“ehm.. aku belum punya kekasih..” jawab Jihoon
dan membuat sorakan semakin riuh.
Yoon Gukpun tersipu malu dan dengan berani dia
berkata “kalau begitu, maukah kamu menjadi kekasihku?” ujar Yoon Guk penuh rasa
malu, wajahnya tersipu dan matanya berusaha menatap Jihoon dengan berani.
“terima… terima…. terima…” Soo In dan semua
kerabatnya yang ada disitu mendukung agar Jihoon menerima pernyataan Yoon Guk
itu.
Jihoonpun tersipu malu menerima sanjungan
sedalam itu dari seorang pria yang tak kalah tampan dari Kyuhyun.
Sedangkan Kyuhyun sendiri tak mampu berkata
atau berekspresi apapun, dia hanya meneguk gelas demi gelas soju, hingga
gelas skoci yang baru diisi kembali oleh Kyuhyun segera dirampas Jihoon dan
langsung diminumnya.
“tidak semudah itu menerima cinta seorang pria
yang baru beberapa menit lalu aku
kenal..” tegas Jihoon dan membuat sorakan kecewa di meja itu.
Pesta ulang tahun malam itu sangat meriah dan
ramai sekali, acaranya berlangsung hingga tengah malam dan setelah itu semuanya
bubar pulang.
Kyuhyun yang khawatir Jihoon pulang sendiri
malam-malam seperti ini, diam-diam mengikutinya hingga sampai di halte bus
tempat Jihoon menunggu bus menuju arah kampus Seoul.
Dari keajuhan Kyu memperhatikan Jihooon
menunggu bus yang tak kunjung datang juga. Hingga selang setengah jam sebuah
buspun datang, sebuah harapan bagi Jihoon, namun terpaksa diapun tak dapat
naik, karena bus penuh penumpang.
Lebih dari setengah jam lagi Jihoon menunggu
bus tak datang-datang juga. Kyuhyunpun bertindak, dia menggas motornya menuju
tempat Jihoon berdiri, Jihoon begitu kaget melihat kedatangan Kyu disitu “ayo,
biar kuantar pulang..” tawar Kyuhyun.
“tidak usah, terimakasih..” tolak Jihoon
ramah.
“kamu mau menunggu bus sampai kapan? Sudahlah
ayo, biar kuantar saja..” paksa Kyu menarik tangan Jihoon untuk naik ke atas
motornya itu.
Jihoon yang juga memang sudah jenuh menunggu
kedatangan bus, akhirnya menerima tawaran Kyuhyun. “pegangan yang erat..” titah
Kyu supaya Jihoon berpegangan erat di perutnya. Awalnya Jihoon agak risih dan
berusaha tak menyentuh tubuh Kyu sedikitpun, namun ketika Kyu menggas motornya
terpaksa Jihoon jadi berpegangan erat karena takut jatuh.
“pelan-pelan Kyuppa..” pinta Jihoon sambil
memegang erat tubuh Kyuhun dari belakang, karena saking dinginnya.
Mengetahui Jihoon kedinginan, karena
dilihatnya lengan Jihoon yang melilit diperutnya tak tertutup apa-apa. Kyu
menghentikan laju motornya, tepat di jembatan yang menyajikan view yang sangat
indah karena bertaburan lampu kota yang gemerlepan. Kyupun turun dari motornya
dan membiarkan Jihoon tetap duduk di atas motornya. Dibukanya jaket kulit tebal
dari tubuhnya hingga hanya menyisakan kaos oblong puih yang agak mengketat ditubuhnya,
lalu memakaikan jaket itu pada Jihoon.
“Kyuppa…” Jihoon menolak itu.
“udaranya dingin sekali, nanti kamu sakit..”
kata Kyuhyun dan membuat hati Jihoon luluh.
“kamu sendiri jadi tidak pakai jaket..” kata
Jihoon yang juga khawatir dengan keadaan Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum “aku kan laki-laki kuat, angin
takan mampu membuatku sakit…”ucapnya sok.
Jihoon menyumbingkan bibirnya mendengar ucapan
Kyu yang agak menggelikan baginya. Jihoon akhirnya menerima jaket Kyu itu untuk
dipakainya membungkus tubuh yang sebenarnya memang kedinginan itu.
Perjalananpun dilanjutkan kembali, Jihoon memeluk
Kyu begitu erat, membuat Kyu bahagia setengah mati, hingga dinginnya angin
malam yang menerpa tubuhnya dirasa begitu hangat, kehangatan yang diberikan oleh
wanita yang dicintainya yang kini memeluknya begitu lembut.
“aku harap perjalanan ini takan ada
ujungnya..” ujar Kyu dalam hatinya yang tak bisa berhenti tersenyum.
“punggung Kyu nyaman sekali, ternyata Kyu memiliki
punggung sebidang ini. Rasanya malu sekali bisa seperti ini dengan Kyu, aku
bahagia sekali. Kalau saja kamu ini juga memiliki perasaan yang sama denganku,
aku ingin sekali bersamamu seperti ini selamanya…” relung Jihoon yang juga
tidak bisa berhenti tersenyum.
Motorpun berhenti di depan kosan Jihoon yang
lebih terlihat seperti rumah tradisional Korea.
“ayo masuk dulu, kamu pasti kedinginan, biar
kubuatkan segelas coklat hangat..” kata Jihoon menawarkan dengan ramahnya.
Tanpa menolak, Kyupun ikut masuk ke kosan itu.
“ini kamarku, maaf berantakan, duduklah dulu,
akan kubuatkan coklat hangat di dapur…” kata Jihoon mempersilahkan Kyu masuk ke
kamarnya yang ukurannya pas-pasan, lalu meninggalkan Kyu disitu.
Kyuhyun senang sekali bisa dibawa masuk ke
kamar Jihoon, dia tersenyum-senyum melihat poster-poster Super Junior menempel
di dinding-dinding kamar bercat putih gading yang tersusun dengan rapih dengan
beberapa pernak-pernik ELF di kamar itu.
“dia benar-benar seorang ELF sejati
ternyata..” gumam Kyu. Namun senyuman dan kekagumannya itu segera sirna saat
dilihatnya lukisan foto Yesung terpampang di meja lukis Jihoon, dan ketika dibukanya
lembar-lembar belakangnya ternyata semunya foto Yesung. Rasa cemburu itu muncul
lagi dan ini semakin menegaskan pada Kyuhun kalau wanita yang dia cintai itu
hanya mencintai Yesung dan mungkin di sepanjang hari-harinya dalam hatinya dan
pikirannya Jihoon hanya ada Yesung seorang.
Karena kesal, tanpa menunggu Jihoon kembali
dari dapur, Kyu memutuskan untuk segera pulang. Hanya saja sebelum Kyu membuka
pintu kamar, Jihoon terlebih dahulu membukanya dengan segelas coklat hangat di
tangannya.
“kamu mau kemana Kyuppa?” tanya Jihoon karena
Kyu terlihat sudah memegang kunci motor dan jaket kulit yang Jihoon pakai tadi.
“aku mau pulang..” jawab Kyu singkat lalu
segera beranjak.
Dengan segera Jihoon menahan tangan Kyu,
merasa bingung melihat sikap Kyu yang tiba-tiba berubah dingin Jihoonpun
bertanya “ada apa Kyuppa?”
Kyu membuang wajahnya, dia tampak marah.
Tanpa melepas pegangan tangannya dari tangan
Kyu, Jihoon menaruh coklat cair itu di atas meja yang letaknya tak jauh dari
tempat dia berdiri sekarang.
“ada apa? Kamu kenapa” tanya Jihoon mendesak.
Kyu tiba-tiba mendorong Jihoon dan menguncinya
di dinding. Matanya memandang tajam Jihoon, hendak marah besar, namun
dibuangnya pula pandangan matanya kebawah, dia tahu tak sepantasnya dia marah
pada Jihoon, ini hanya masalah perasaannya saja.
“Kyuppa…” ucap Jihoon dengan perasaan campur
aduk, antara takut, bingung dan prihatin.
“secinta itukah kamu pada Yesung hyung?” tanya
Kyu melepas penatnya.
Jihoon bingung kenapa tiba-tiba Kyuhyun
bertanya seperti itu. Dilihatnya meja lukisnya yang biasa ditutup kain putih terbuka
dan terpampanglah lukisan wajah Yesung disitu dan Jihoon teringat kalau semua
lembaran kertas disitu bergambarkan foto Yesung semua “Kyu pasti sudah
melihatnya, tapi memangnya kenapa? Apa Kyu marah karena itu?” pikir Jhoon dalam
hati.
Jihoon tersenyum memandang wajah Kyuhyun geli,
dia terlihat sangat marah “kamu tahu kalau aku sangat ngefans pada Yesung kan,
kenapa bertanya lagi? Tentu saja aku sangat menyukainya..”
Sudah tak dapat berpikir lagi, Kyupun segera
melepas kuncian tangannya di kedua bahu Jihoon. Tubuhnya sangat lemas, dan
hendak pergi. Tapi Jihoon menahannya lagi dan ~cups~ sebuah ciuman mendarat di
bibir seksi Kyuhyun. Membuat si empunya tercengang hingga tak mampu berkedip
memandang Jhioon. Muka Jihoonpun merah
sekali saking malunya.
“aku memang sangat ngefans pada Yesung, tapi
satu-satunya pria yang aku cintai hanya kamu Kyuhyun oppa..” ungkap Jihoon
malu-malu sampai-sampai tak berani melihat langsung wajah Kyu.
Kyu masih tercengang, karena tak percaya
dengan apa yang sedang terjadi “kamu bilang apa Jihoon?” tanya Kyuhyun terbata-bata.
“saranghae…” jawab Jihoon malu-malu.
Seketika Kyuhyun langsung sumringah dan tak
tahu bagaimana meluapkannya dia langsung memeluk erat Jihoon. “kamu bilang apa
Jihoon?” tanya Kyu lagi, memastikan kalau ini sungguh benar nyata, bukan
sekedar mimpi.
“saranghaeyo Kyuhyun oppa…” tegas Jihoon lagi
membalas dekapan erta Kyuhyun.
Kyuhyun mencium kepala Jihoon dalam
“saranghaeyo Jihoon… saranghae…. saranghae…” ucap Kyuhyun sangat bahagai “thanks God..” katanya pula
penuh ucapan syukur, tanpa dia sadari setetes air mata keluar dari ujung mata
indahnya.
Perlahan dekapan itu mulai lepas. Tapi rasanya
tak ingin berpisah satu sama lain. Kyuhunpun mencium bibir Jihoon lembut,
membiarkannya lama menempel, sambil saling menghirup nafas masing-masing,
Kyuhun memberanikan diri melumat secara perlahan bibir Jihoon sekali, lalu
melepaskannya.
“mulai sekarang, kamu adalah kekasihku dan aku
adalah kekasihmu..” ucap Kyu sambil membelai lembut kepala Jihoon. Jihoonpun
tersenyum menandakan kesetujuannya dan Kyu kembali mencium Jihoon dikeningnya
sebagai tanda kasih sayang yang mendalam.
“ini, minumlah dulu..” kata Jihoon kembali
menyuguhkan coklat hangat yang dia bawa tadi. Dengan senang hati Kyuhyun
menerimanya, namun ketika hendak meminumnya, Kyu tiba-tiba merasa tak mau.
“kenapa oppa?” tanya Jihoon bingung.
Kyu menyentuh bibirnya sendiri dan dengan
polos dia berkata “nanti terhapus…”
Awalnya Jihoon masih bingung, namun segera
mengerti yang Kyu maksud adalah bekas ciuman tadi, Jihoonpun jadi tertawa.
“minum saja, nanti aku beri lagi….” ucap Jihoon malu-malu mau.
“hoahhh benar ya.. aku mau mau mau..” ucap Kyu
manja, lalu segera meminum coklat hangat tersebut.
Merekapun duduk bersandar di tembok, sambil
menunggu Kyu menghabiskan coklat itu.
“kamu yakin kamu sungguh mencintaiku?” tanya
Kyuhyun lagi.
“kamu masih tak percaya?”
“bukan seperti itu, aku merasa ini seperti
mimpi, aku sangat bahagia..”
Jihoon menyandarkan kepalanya di bahu kekar
Kyuhyun “sejak dulu aku menyukaimu oppa, awalnya aku berpikir kalau aku hanya
menyukaimu sama seperti aku menyukai Yesung oppa atau member SJ yang lainnya,
tapi lama kelamaan aku mulai mengerti kalau perasaanku tidak hanya sebatas itu,
tapi lebih, aku yakin kalau aku sangat mencintai kamu..” ungkap Jihoon.
“Gomawo chagiya ini adalah harapanku selama
ini. Banyak sekali hal yang sudah aku lewati selama ini untuk bisa dekat
denganmu, walau kalau kuingat-ingat itu konyol sekali. Sejak awal mengenalmu dulu,
sejak pandangan pertama itu aku sudah tahu kalau aku sangat menyukaimu. Aku tetap
bertahan sekalipun aku tahu kalau kamu hanya menyukai Yesung hyung, aku sempat
hopeless dan berpikir tak mungkin lagi aku punya kesempatan untuk masuk ke
dalam hatimu, tapi… cintaku terlalu besar untukmu, itu kenapa aku kembali lagi
dan kurasa aku tidak bisa hidup tanpa melihat wajahmu, aku mencintaimu Jihoon,
sangat mencintaimu. Jadi sampai selamanya, aku mohon tetaplah berdiri
disampingku, aku akan selalu mencintaimu…” papar Kyuhyun begitu tulus, hingga
membuat Jihoon meneteskan air mata.
“aku akan selalu bersamamu selanya oppa….” ucap
Jihoon juga.
“ini sudah hampir pagi, pulanglah oppa..”
suruh Jihoon saat dilihatnya jam di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 03.00
subuh.
“aku masih ingin disini bersamamu..” manja
Kyuhyun.
“kamu bisa kesini kapanpun kamu mau, dan kamu
harus tahu karena mulai saat ini kemanapun kamu pergi, dimanapun kamu berada
aku akan selalu bersamamu, karena aku ini hidup di dalam hatimu dan pikiranmu…”
kata Jihoon sembari tersenyum manis.
Kyuhyun tersenyum bahagia, “baiklah, aku
pulang…” kata Kyu lalu berkemas pulang. Jihoon mangantarnya hingga Kyu naik
motornya.
“hati-hati…” ujar Jihoon. Namun Kyu malah diam
dan tak kunjung pergi. Jihoon mengernyitkan dahinya.
“janjimu mana?” tanya Jihoon mengerti apa
maksud Kyuhyun. Jihoonpun melayangkan kecupan manis ke bibir Kyuhyun, namun Kyu
malah menekan kepala Jihoon hingga bibir mereka melekat kuat sekejap, lalu
dilepas Kyu.
“selamat malam chagiya, gomawo…” pamit Kyuhyun
sambil tertawa kecil lalu pergi meninggalkan Jihoon yang masih tercengang
kaget.
Baik Kyuhyun maupun Jihoon, keduanya sama-sama
tidak bisa tidur hingga matahari terbit. Keduanya sama-sama kasmaran,
senyum-senyum sampai pagi membayangkan kembali moment istimewa yang baru saja
terjadi dalam hidup mereka.
“morning ibu…” Kyuhyun baru saja
keluar dari kamarnya, masih pakai pajama dan langsung memeluk ibunya dari
belakang yang sedang menyiapkan sarapan pagi bersama Cho Irin kakak
perempuannya serta bibi Neun pembantunya.
“hei, ada apa ini?” tanya ibu Kyu
bingung melihat kelaukan aneh yang dimunculkan Kyu pagi-pagi.
“aku sayang ibu…” ucap Kyu manja
semakin mengeratkan pelukannya. Membuat Cho Irin dan bibi Neung juga bingung
dan terkekeh melihat tingkah konyol Kyu.
“kamu sedang jatuh cinta ya Kyu?” terka
Cho Irin kepada adik semata wayangnya itu.
“aku sangat berterimakasih pada ibu,
karena ibu telah melahirkan aku ke dunia ini sehingga aku bisa bertemu gadis
secantik dia…” pukau Kyu sembari membayangi wajah Jihoon.
Ibu Kyu segera melepas pelukkan
anaknya itu serta berkata “ kamu sudah punya pacar nak?”
Kyu mengangguk iya tanpa henti
tersenyum.
“ibu harap yang cantik itu hatinya,
bukan hanya wajahnya…” tandas ibu Kyu.
“dia cantik, segala sesuatu dalam
dirinya sangat cantik, sangat cantik… berkali-kali aku berusaha melupakannya
tapi ternyata aku tidak bisa, aku terlalu mencintainya…” ungkap Kyu tanpa
malu-malu.
“hmmmm, cucilah mukamu dulu, setelah
itu kita sarapan..” ujar ibu Kyu tersenyum melihat tingkah anaknya yang sedang
berbunga-bunga itu, lalu pergi meninggalkan Kyu untuk membawa sarapan ke atas
meja makan.
Cho Irin mengikuti ibunya dari belakang
juga membawa beberapa makanan “kamu harus mengenalkannya pada nunamu ini ya,
Kyu..” bisik Cho Irin sambil tertawa.
“okay, akan aku bawa dia ke rumah
ini..” kata Kyu mengerlingkan matanya pada Cho Irin.
Hari demi haripun berlalu begitu
indah, walau Kyuhyun sangat sibuk dengan jadwal manggungnya dan tugas
skripsinya karena hanya tinggal 4 bulan lagi dia akan diwisuda, Kyu masih
menyempatkan diri untuk bertemu dengan Jihoon. Serta mengajak Jihoon untuk
berkencan ke beberapa tempat yang kebanyakan tempatnya sangat romantis. Kyuhyun
juga sudah membawa Jihoon untuk diperkenalkan kepada keluarga Kyu, keluarga Kyu
sangat menyambut kedatangan Jihoon, dan sangat menyetujui hubungannya dengan
Kyuhyun, terlebih saat ibu Kyu tahu kalau Jihoon sangat pintar memasak, pelayanan
di gereja dan aktif dalam komunitas sosial bagi masyarakat miskin.
Kyuhyun juga sudah menjalin hubungan
yang baik dengan keluarga Jihoon di Mokpo, jelas kedua orangtua Jihoon sangat menyukai
Kyuhyun, karena Kyuhyun adalah artis terkenal yang juga terkenal good attitude.
Kyuhyun juga sangat dekat dengan ibu kos Jihoon dan wanita-wanita yang juga
ngekos bersama Jihoon, sehingga sangat mudah bagi Kyu keluar masuk kedalamnya. Kalau
sedang istirahat karena tidak ada jadwal kuliah atau apapun itu, Kyu seringkali
pergi ke kosan Jihoon, walau itu tidak ada Jihoon. Kyu seringkali main game
yang sudah jadi hobbynya yang mendarah daging, sampai-sampai Jihoon juga
ketularan main game.
Hubungan keduanya sangat romantis,
bahkan kadang mereka tidak terlihat sebagai sepasang kekasih tapi seperti
sahabat. Kyuhyun sangat menghormati Jihoon sebagi seorang wanita, dia tidak
pernah berani melakukan hal apapun pada Jihoon melebihi batas kissing sekejap.
“arghhhh, aku kalah lagi…” keluh
Jihoon yang hanya mampu menang 1 kali dari sekian banyak pertandingan game
melawan Kyuhyun.
“ayo semangat, Jihoon!!! Kamu pasti bisa!!” seru Kyuhyun memberi semangat
pada kekasihnya itu, tapi tak sekalipun dia mau mengalah hanya agar membiarkan
Jihoon bersorak gembira.
Jihoon akhirnya kesal karena selalu
kalah, “aku mau ambil minum dulu…” kata Jihoon beranjak berdiri, namun dia
terjatuh karena tersandung kakinya sendiri dan kemudian menimpa Kyuhun, “awww…”
pekik Jihoon.
Kedua pasang mata itupun bertemu
kembali. Jantung keduanya sama-sama berdegup kencang sekali. Itu posisi yang
bagus, Jihoon mengecup manis bibir Kyu, sekali, lalu dua kali lalu kemudian
keduanya tersipu malu.
Kyu membantu Jihoon untuk bersama
duduk, sungguh Kyu adalah pria yang baik. Walaupun saat itu bisa saja dia
melakukan hal yang lebih, tapi dia sangat menghormati Jihoon. Baginya kehormatan
Jihoon melebihi kehormatannya sendiri, dia begitu menyayangi Jihoon.
“ingin sekali secepatnya bisa
memilikimu seutuhnya, tapi tunggulah sampai aku menjadi seorang pria yang mapan…”
senyum Kyuhyun sambil menatap Jihoon penuh arti.
Jihoon juga tersenyum lebih lebar
lalu memegang erat kedua telapak tangan Kyuhyun “aku akan selalu menunggumu,
Kyuppa…”
“kelak apapun yang terjadi nanti,
percayalah bahwa aku selalu mencintaimu..” ujar Kyuhyun balik menggenggam erat
tangan Jihoon.
“ne~” jawab Jihoon.
Cinta yang indah, cinta yang manis
bukanlah cinta yang dibangun karena nafsu tapi karena rasa saling memiliki dan
mencintai, menerima apa adanya, mampu berkorban dan saling percaya. Itulah cinta
yang terus dibangun dan dijaga oleh Kyuhyn dan Jihoon, semuanya berjalan begitu
baik dan mereka berdua sama-sama sadar kalau mereka diciptakan untuk bersama.
Tapi mereka juga manusia biasa, cinta
yang murni adalah cinta yang harus mampu dibakar dan dikerat untuk bisa
menghasilkan cinta yang baik dan sejati. Apakah Kyuhyun dan Jihoon mampu untuk
itu?
Cobaan cintapun datang takala
keduanya sudah mantap memadang kedepan…