Senin, 06 Oktober 2014

I Like Rain, Kyuhyun ~Part 2



Musim hujan usai, digantin dengan musim semi. Kyuhyun menyandarkan tubuhnya disebuah batang pohon yang lacukup rindang di fakultasnya. “kenapa hujan tak datang lagi? Padahal aku suka hujan..” relung Kyuhyun sembari menatap langit biru.
“huh! Kyuppa kemana ya? Aku sudah lama tak melihatnya…” relung Jihoon pada waktu yang bersamaan saat melewati sisi bangunan Fakultas Musik yang bersebelahan dengan fakultasnya, tempat dia dan Kyuhyun dulu berteduh bersama. “aku merindukanmu Kyuppa..” Jihoon menyentuh tembok bangunan itu berusaha merasakan suasana aura kejadian yang terjadi kurang lebih sebulan yang lalu. “aku belum yakin apa aku ini jatuh cinta padamu atau tidak, tapi yang pasti saat ini aku sangat merindukkanmu, oppa…”

Disuatu hari yang lain, Jihoon dan Kyuhyunpun akhirnya bisa bertemu muka dengan muka lagi. Di perpustakaan kampus, di ruang baca. Jihoon duduk sela tiga meja dari meja tempat Kyuhyun duduk. Mereka sama-sama saling melihat tapi tak saling bertegur sapa. Tadinya Jihoon mau menyapa, tapi melihat sorot mata Kyu yang acuh dan lagipula Kyuhyun sedang duduk bersama Seohyun SNSD, wanita yang dikabarkan punya hubungan khusus dengan Kyu.
Kyuhyun dan Seohyun terlihat cocok, sesekali Seo bersikap centil pada Kyu, dan Kyupun menampiknya sengaja membuat dirinyapun terlihat mesra di depan Jihoon dan berharap Jihoon cemburu karenanya, walau sebenarnya dia tidak suka Seo bersikap seperti itu padanya.
Benar saja, Jihoon panas melihat pemandangan menyebalkan di depan matanya ini, dia jadi tidak konsentrasi membaca buku ditangannya.
“hai Jihoon…” sapa segerombolan pria tak dikenal menghampiri Jihoon, lalu duduk disamping kanan kiri depan Jihoon.
“kalian siapa ya?” tanya Jihoon agak risih dengan keberadaan pria-pria yang terlihat agak menggodanya.
Para pria itupun menyodorkan tangannya satu persatu memperkenalkan diri masing-masing, ternyata mereka adalah anak-anak dari Fakultas Ekonomi yang sudah mengaggumi Jihoon sejak lama.
Melihat Jihoon dikelilingi oleh segerombolan pria serta melihat Jihoon tidak nyaman karenanya, Kyuhyunpun selalu mengawasi keadaan Jihoon, takut-takut ada hal yang tidak baik terjadi pada gadis yang masih dicintainya itu.
Amarahnyapun muncul saat dilihatnya salah seorang dari pria-pria itu menyentuh dagu Jihoon sembarangan. Segera Kyuhyun bangkit berdiri menghampiri meja Jihoon, dan tanpa basa basi ditariknya tangan Jihoon hingga menjauhi segerombolan pria itu.
Kyuhyunpun menghentikan langkahnya di lorong rak-rak buku dimana tak ada siapapun disitu. Kyu menatap evil Jihoon dan Jihoonpun tak mau kalah.
“lepas!” kata Jihoon menarik tangannya dari genggaman tangan Kyu yang kuat itu.
Kyupun melepaskannya seraya bertanya “siapa mereka?”
“temanku…” jawab Jihoon singkat.
“jauhi mereka, mereka tidak sopan..” tegas Kyu tampak marah.
“kamu juga begitu pada unnie Seo, sama saja kan?” tandas Jihoon langsung pergi meninggalkan Kyuhyun. Rasanya panas sekali bisa meluapkan emosi seperti itu, dengan air mata yang mulai menetes, Jihoon sadar kalau dia sedang cemburu pada Kyuhyun dan Seohyun, sadar kalau sebenarnya dia jatuh cinta pada Kyuhyun.

Di sebuah café di malam hari, Jihoon menghadiri undangan ulang tahun Soo In sahabatnya, tak disangka kalau ternyata Kyuhun ada disitu juga.
“Jihoon sini..” panggil Soo In dari sebuah meja, dimana Kyu juga ada di situ. Jihoon yang baru saja datangpun memenuhi panggilan sahabatnya itu serta juga itu duduk di samping Soo In walau sebenarnya dia sangat enggan karena ada Kyu disitu. “kenalkan ini teman-temanku, mereka anak Seoul University juga..” kata Soo In memperkenalkan Jihoon pada kerabat-kerabatnya, tak disangka kalau Soo In sahabatnya Jihoon itu ternyata juga bersahabat dengan Kyuyun. Jihoon dan Kyuhyun juga saling berkenalan, berpura-pura tak pernah kenal sebelumnya.
“kamu cantik sekali..” puji Yoon Guk, salah seorang kerabat Soo In pada Jihoon.
“gomawo..” ucap Jihoon tersanjung.
“kamu sudah punya kekasih?” tanya Yoon Guk pula dan membuat semua yang ada di meja itu kecuali Kyuhyun bersorak meledek.
“ehm.. aku belum punya kekasih..” jawab Jihoon dan membuat sorakan semakin riuh.
Yoon Gukpun tersipu malu dan dengan berani dia berkata “kalau begitu, maukah kamu menjadi kekasihku?” ujar Yoon Guk penuh rasa malu, wajahnya tersipu dan matanya berusaha menatap Jihoon dengan berani.
“terima… terima…. terima…” Soo In dan semua kerabatnya yang ada disitu mendukung agar Jihoon menerima pernyataan Yoon Guk itu.
Jihoonpun tersipu malu menerima sanjungan sedalam itu dari seorang pria yang tak kalah tampan dari Kyuhyun.
Sedangkan Kyuhyun sendiri tak mampu berkata atau berekspresi apapun, dia hanya meneguk gelas demi gelas soju, hingga gelas skoci yang baru diisi kembali oleh Kyuhyun segera dirampas Jihoon dan langsung diminumnya.
“tidak semudah itu menerima cinta seorang pria yang baru beberapa  menit lalu aku kenal..” tegas Jihoon dan membuat sorakan kecewa di meja itu.
Pesta ulang tahun malam itu sangat meriah dan ramai sekali, acaranya berlangsung hingga tengah malam dan setelah itu semuanya bubar pulang.
Kyuhyun yang khawatir Jihoon pulang sendiri malam-malam seperti ini, diam-diam mengikutinya hingga sampai di halte bus tempat Jihoon menunggu bus menuju arah kampus Seoul.
Dari keajuhan Kyu memperhatikan Jihooon menunggu bus yang tak kunjung datang juga. Hingga selang setengah jam sebuah buspun datang, sebuah harapan bagi Jihoon, namun terpaksa diapun tak dapat naik, karena bus penuh penumpang.
Lebih dari setengah jam lagi Jihoon menunggu bus tak datang-datang juga. Kyuhyunpun bertindak, dia menggas motornya menuju tempat Jihoon berdiri, Jihoon begitu kaget melihat kedatangan Kyu disitu “ayo, biar kuantar pulang..” tawar Kyuhyun.
“tidak usah, terimakasih..” tolak Jihoon ramah.
“kamu mau menunggu bus sampai kapan? Sudahlah ayo, biar kuantar saja..” paksa Kyu menarik tangan Jihoon untuk naik ke atas motornya itu.
Jihoon yang juga memang sudah jenuh menunggu kedatangan bus, akhirnya menerima tawaran Kyuhyun. “pegangan yang erat..” titah Kyu supaya Jihoon berpegangan erat di perutnya. Awalnya Jihoon agak risih dan berusaha tak menyentuh tubuh Kyu sedikitpun, namun ketika Kyu menggas motornya terpaksa Jihoon jadi berpegangan erat karena takut jatuh.
“pelan-pelan Kyuppa..” pinta Jihoon sambil memegang erat tubuh Kyuhun dari belakang, karena saking dinginnya.
Mengetahui Jihoon kedinginan, karena dilihatnya lengan Jihoon yang melilit diperutnya tak tertutup apa-apa. Kyu menghentikan laju motornya, tepat di jembatan yang menyajikan view yang sangat indah karena bertaburan lampu kota yang gemerlepan. Kyupun turun dari motornya dan membiarkan Jihoon tetap duduk di atas motornya. Dibukanya jaket kulit tebal dari tubuhnya hingga hanya menyisakan kaos oblong puih yang agak mengketat ditubuhnya, lalu memakaikan jaket itu pada Jihoon.
“Kyuppa…” Jihoon menolak itu.
“udaranya dingin sekali, nanti kamu sakit..” kata Kyuhyun dan membuat hati Jihoon luluh.
“kamu sendiri jadi tidak pakai jaket..” kata Jihoon yang juga khawatir dengan keadaan Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum “aku kan laki-laki kuat, angin takan mampu membuatku sakit…”ucapnya sok.
Jihoon menyumbingkan bibirnya mendengar ucapan Kyu yang agak menggelikan baginya. Jihoon akhirnya menerima jaket Kyu itu untuk dipakainya membungkus tubuh yang sebenarnya memang kedinginan itu.
Perjalananpun dilanjutkan kembali, Jihoon memeluk Kyu begitu erat, membuat Kyu bahagia setengah mati, hingga dinginnya angin malam yang menerpa tubuhnya dirasa begitu hangat, kehangatan yang diberikan oleh wanita yang dicintainya yang kini memeluknya begitu lembut.
“aku harap perjalanan ini takan ada ujungnya..” ujar Kyu dalam hatinya yang tak bisa berhenti tersenyum.
“punggung Kyu nyaman sekali, ternyata Kyu memiliki punggung sebidang ini. Rasanya malu sekali bisa seperti ini dengan Kyu, aku bahagia sekali. Kalau saja kamu ini juga memiliki perasaan yang sama denganku, aku ingin sekali bersamamu seperti ini selamanya…” relung Jihoon yang juga tidak bisa berhenti tersenyum.
Motorpun berhenti di depan kosan Jihoon yang lebih terlihat seperti rumah tradisional Korea.
“ayo masuk dulu, kamu pasti kedinginan, biar kubuatkan segelas coklat hangat..” kata Jihoon menawarkan dengan ramahnya.
Tanpa menolak, Kyupun ikut masuk ke kosan itu.
“ini kamarku, maaf berantakan, duduklah dulu, akan kubuatkan coklat hangat di dapur…” kata Jihoon mempersilahkan Kyu masuk ke kamarnya yang ukurannya pas-pasan, lalu meninggalkan Kyu disitu.
Kyuhyun senang sekali bisa dibawa masuk ke kamar Jihoon, dia tersenyum-senyum melihat poster-poster Super Junior menempel di dinding-dinding kamar bercat putih gading yang tersusun dengan rapih dengan beberapa pernak-pernik ELF di kamar itu.
“dia benar-benar seorang ELF sejati ternyata..” gumam Kyu. Namun senyuman dan kekagumannya itu segera sirna saat dilihatnya lukisan foto Yesung terpampang di meja lukis Jihoon, dan ketika dibukanya lembar-lembar belakangnya ternyata semunya foto Yesung. Rasa cemburu itu muncul lagi dan ini semakin menegaskan pada Kyuhun kalau wanita yang dia cintai itu hanya mencintai Yesung dan mungkin di sepanjang hari-harinya dalam hatinya dan pikirannya Jihoon hanya ada Yesung seorang.
Karena kesal, tanpa menunggu Jihoon kembali dari dapur, Kyu memutuskan untuk segera pulang. Hanya saja sebelum Kyu membuka pintu kamar, Jihoon terlebih dahulu membukanya dengan segelas coklat hangat di tangannya.
“kamu mau kemana Kyuppa?” tanya Jihoon karena Kyu terlihat sudah memegang kunci motor dan jaket kulit yang Jihoon pakai tadi.
“aku mau pulang..” jawab Kyu singkat lalu segera beranjak.
Dengan segera Jihoon menahan tangan Kyu, merasa bingung melihat sikap Kyu yang tiba-tiba berubah dingin Jihoonpun bertanya “ada apa Kyuppa?”
Kyu membuang wajahnya, dia tampak marah.
Tanpa melepas pegangan tangannya dari tangan Kyu, Jihoon menaruh coklat cair itu di atas meja yang letaknya tak jauh dari tempat dia berdiri sekarang.
“ada apa? Kamu kenapa” tanya Jihoon mendesak.
Kyu tiba-tiba mendorong Jihoon dan menguncinya di dinding. Matanya memandang tajam Jihoon, hendak marah besar, namun dibuangnya pula pandangan matanya kebawah, dia tahu tak sepantasnya dia marah pada Jihoon, ini hanya masalah perasaannya saja.
“Kyuppa…” ucap Jihoon dengan perasaan campur aduk, antara takut, bingung dan prihatin.
“secinta itukah kamu pada Yesung hyung?” tanya Kyu melepas penatnya.
Jihoon bingung kenapa tiba-tiba Kyuhyun bertanya seperti itu. Dilihatnya meja lukisnya yang biasa ditutup kain putih terbuka dan terpampanglah lukisan wajah Yesung disitu dan Jihoon teringat kalau semua lembaran kertas disitu bergambarkan foto Yesung semua “Kyu pasti sudah melihatnya, tapi memangnya kenapa? Apa Kyu marah karena itu?” pikir Jhoon dalam hati.
Jihoon tersenyum memandang wajah Kyuhyun geli, dia terlihat sangat marah “kamu tahu kalau aku sangat ngefans pada Yesung kan, kenapa bertanya lagi? Tentu saja aku sangat menyukainya..”
Sudah tak dapat berpikir lagi, Kyupun segera melepas kuncian tangannya di kedua bahu Jihoon. Tubuhnya sangat lemas, dan hendak pergi. Tapi Jihoon menahannya lagi dan ~cups~ sebuah ciuman mendarat di bibir seksi Kyuhyun. Membuat si empunya tercengang hingga tak mampu berkedip memandang Jhioon. Muka Jihoonpun  merah sekali saking malunya.
“aku memang sangat ngefans pada Yesung, tapi satu-satunya pria yang aku cintai hanya kamu Kyuhyun oppa..” ungkap Jihoon malu-malu sampai-sampai tak berani melihat langsung wajah Kyu.
Kyu masih tercengang, karena tak percaya dengan apa yang sedang terjadi “kamu bilang apa Jihoon?” tanya Kyuhyun terbata-bata.
“saranghae…” jawab Jihoon malu-malu.
Seketika Kyuhyun langsung sumringah dan tak tahu bagaimana meluapkannya dia langsung memeluk erat Jihoon. “kamu bilang apa Jihoon?” tanya Kyu lagi, memastikan kalau ini sungguh benar nyata, bukan sekedar mimpi.
“saranghaeyo Kyuhyun oppa…” tegas Jihoon lagi membalas dekapan erta Kyuhyun.
Kyuhyun mencium kepala Jihoon dalam “saranghaeyo Jihoon… saranghae…. saranghae…” ucap Kyuhyun  sangat bahagai “thanks God..” katanya pula penuh ucapan syukur, tanpa dia sadari setetes air mata keluar dari ujung mata indahnya.
Perlahan dekapan itu mulai lepas. Tapi rasanya tak ingin berpisah satu sama lain. Kyuhunpun mencium bibir Jihoon lembut, membiarkannya lama menempel, sambil saling menghirup nafas masing-masing, Kyuhun memberanikan diri melumat secara perlahan bibir Jihoon sekali, lalu melepaskannya.
“mulai sekarang, kamu adalah kekasihku dan aku adalah kekasihmu..” ucap Kyu sambil membelai lembut kepala Jihoon. Jihoonpun tersenyum menandakan kesetujuannya dan Kyu kembali mencium Jihoon dikeningnya sebagai tanda kasih sayang yang mendalam.
“ini, minumlah dulu..” kata Jihoon kembali menyuguhkan coklat hangat yang dia bawa tadi. Dengan senang hati Kyuhyun menerimanya, namun ketika hendak meminumnya, Kyu tiba-tiba merasa tak mau. “kenapa oppa?” tanya Jihoon bingung.
Kyu menyentuh bibirnya sendiri dan dengan polos dia berkata “nanti terhapus…”
Awalnya Jihoon masih bingung, namun segera mengerti yang Kyu maksud adalah bekas ciuman tadi, Jihoonpun jadi tertawa. “minum saja, nanti aku beri lagi….” ucap Jihoon malu-malu mau.
“hoahhh benar ya.. aku mau mau mau..” ucap Kyu manja, lalu segera meminum coklat hangat tersebut.
Merekapun duduk bersandar di tembok, sambil menunggu Kyu menghabiskan coklat itu.
“kamu yakin kamu sungguh mencintaiku?” tanya Kyuhyun lagi.
“kamu masih tak percaya?”
“bukan seperti itu, aku merasa ini seperti mimpi, aku sangat bahagia..”
Jihoon menyandarkan kepalanya di bahu kekar Kyuhyun “sejak dulu aku menyukaimu oppa, awalnya aku berpikir kalau aku hanya menyukaimu sama seperti aku menyukai Yesung oppa atau member SJ yang lainnya, tapi lama kelamaan aku mulai mengerti kalau perasaanku tidak hanya sebatas itu, tapi lebih, aku yakin kalau aku sangat mencintai kamu..” ungkap Jihoon.
“Gomawo chagiya ini adalah harapanku selama ini. Banyak sekali hal yang sudah aku lewati selama ini untuk bisa dekat denganmu, walau kalau kuingat-ingat itu konyol sekali. Sejak awal mengenalmu dulu, sejak pandangan pertama itu aku sudah tahu kalau aku sangat menyukaimu. Aku tetap bertahan sekalipun aku tahu kalau kamu hanya menyukai Yesung hyung, aku sempat hopeless dan berpikir tak mungkin lagi aku punya kesempatan untuk masuk ke dalam hatimu, tapi… cintaku terlalu besar untukmu, itu kenapa aku kembali lagi dan kurasa aku tidak bisa hidup tanpa melihat wajahmu, aku mencintaimu Jihoon, sangat mencintaimu. Jadi sampai selamanya, aku mohon tetaplah berdiri disampingku, aku akan selalu mencintaimu…” papar Kyuhyun begitu tulus, hingga membuat Jihoon meneteskan air mata.
“aku akan selalu bersamamu selanya oppa….” ucap Jihoon juga.
“ini sudah hampir pagi, pulanglah oppa..” suruh Jihoon saat dilihatnya jam di dinding kamar sudah menunjukkan pukul 03.00 subuh.
“aku masih ingin disini bersamamu..” manja Kyuhyun.
“kamu bisa kesini kapanpun kamu mau, dan kamu harus tahu karena mulai saat ini kemanapun kamu pergi, dimanapun kamu berada aku akan selalu bersamamu, karena aku ini hidup di dalam hatimu dan pikiranmu…” kata Jihoon sembari tersenyum manis.
Kyuhyun tersenyum bahagia, “baiklah, aku pulang…” kata Kyu lalu berkemas pulang. Jihoon mangantarnya hingga Kyu naik motornya.
“hati-hati…” ujar Jihoon. Namun Kyu malah diam dan tak kunjung pergi. Jihoon mengernyitkan dahinya.
“janjimu mana?” tanya Jihoon mengerti apa maksud Kyuhyun. Jihoonpun melayangkan kecupan manis ke bibir Kyuhyun, namun Kyu malah menekan kepala Jihoon hingga bibir mereka melekat kuat sekejap, lalu dilepas Kyu.
“selamat malam chagiya, gomawo…” pamit Kyuhyun sambil tertawa kecil lalu pergi meninggalkan Jihoon yang masih tercengang kaget.
Baik Kyuhyun maupun Jihoon, keduanya sama-sama tidak bisa tidur hingga matahari terbit. Keduanya sama-sama kasmaran, senyum-senyum sampai pagi membayangkan kembali moment istimewa yang baru saja terjadi dalam hidup mereka.
“morning ibu…” Kyuhyun baru saja keluar dari kamarnya, masih pakai pajama dan langsung memeluk ibunya dari belakang yang sedang menyiapkan sarapan pagi bersama Cho Irin kakak perempuannya serta bibi Neun pembantunya.
“hei, ada apa ini?” tanya ibu Kyu bingung melihat kelaukan aneh yang dimunculkan Kyu pagi-pagi.
“aku sayang ibu…” ucap Kyu manja semakin mengeratkan pelukannya. Membuat Cho Irin dan bibi Neung juga bingung dan terkekeh melihat tingkah konyol Kyu.
“kamu sedang jatuh cinta ya Kyu?” terka Cho Irin kepada adik semata wayangnya itu.
“aku sangat berterimakasih pada ibu, karena ibu telah melahirkan aku ke dunia ini sehingga aku bisa bertemu gadis secantik dia…” pukau Kyu sembari membayangi wajah Jihoon.
Ibu Kyu segera melepas pelukkan anaknya itu serta berkata “ kamu sudah punya pacar nak?”
Kyu mengangguk iya tanpa henti tersenyum.
“ibu harap yang cantik itu hatinya, bukan hanya wajahnya…” tandas ibu Kyu.
“dia cantik, segala sesuatu dalam dirinya sangat cantik, sangat cantik… berkali-kali aku berusaha melupakannya tapi ternyata aku tidak bisa, aku terlalu mencintainya…” ungkap Kyu tanpa malu-malu.
“hmmmm, cucilah mukamu dulu, setelah itu kita sarapan..” ujar ibu Kyu tersenyum melihat tingkah anaknya yang sedang berbunga-bunga itu, lalu pergi meninggalkan Kyu untuk membawa sarapan ke atas meja makan.
Cho Irin mengikuti ibunya dari belakang juga membawa beberapa makanan “kamu harus mengenalkannya pada nunamu ini ya, Kyu..” bisik Cho Irin sambil tertawa.
“okay, akan aku bawa dia ke rumah ini..” kata Kyu mengerlingkan matanya pada Cho Irin.
Hari demi haripun berlalu begitu indah, walau Kyuhyun sangat sibuk dengan jadwal manggungnya dan tugas skripsinya karena hanya tinggal 4 bulan lagi dia akan diwisuda, Kyu masih menyempatkan diri untuk bertemu dengan Jihoon. Serta mengajak Jihoon untuk berkencan ke beberapa tempat yang kebanyakan tempatnya sangat romantis. Kyuhyun juga sudah membawa Jihoon untuk diperkenalkan kepada keluarga Kyu, keluarga Kyu sangat menyambut kedatangan Jihoon, dan sangat menyetujui hubungannya dengan Kyuhyun, terlebih saat ibu Kyu tahu kalau Jihoon sangat pintar memasak, pelayanan di gereja dan aktif dalam komunitas sosial bagi masyarakat miskin.
Kyuhyun juga sudah menjalin hubungan yang baik dengan keluarga Jihoon di Mokpo, jelas kedua orangtua Jihoon sangat menyukai Kyuhyun, karena Kyuhyun adalah artis terkenal yang juga terkenal good attitude. Kyuhyun juga sangat dekat dengan ibu kos Jihoon dan wanita-wanita yang juga ngekos bersama Jihoon, sehingga sangat mudah bagi Kyu keluar masuk kedalamnya. Kalau sedang istirahat karena tidak ada jadwal kuliah atau apapun itu, Kyu seringkali pergi ke kosan Jihoon, walau itu tidak ada Jihoon. Kyu seringkali main game yang sudah jadi hobbynya yang mendarah daging, sampai-sampai Jihoon juga ketularan main game.
Hubungan keduanya sangat romantis, bahkan kadang mereka tidak terlihat sebagai sepasang kekasih tapi seperti sahabat. Kyuhyun sangat menghormati Jihoon sebagi seorang wanita, dia tidak pernah berani melakukan hal apapun pada Jihoon melebihi batas kissing sekejap.
“arghhhh, aku kalah lagi…” keluh Jihoon yang hanya mampu menang 1 kali dari sekian banyak pertandingan game melawan Kyuhyun.
“ayo semangat, Jihoon!!! Kamu  pasti bisa!!” seru Kyuhyun memberi semangat pada kekasihnya itu, tapi tak sekalipun dia mau mengalah hanya agar membiarkan Jihoon bersorak gembira.
Jihoon akhirnya kesal karena selalu kalah, “aku mau ambil minum dulu…” kata Jihoon beranjak berdiri, namun dia terjatuh karena tersandung kakinya sendiri dan kemudian menimpa Kyuhun, “awww…” pekik Jihoon.
Kedua pasang mata itupun bertemu kembali. Jantung keduanya sama-sama berdegup kencang sekali. Itu posisi yang bagus, Jihoon mengecup manis bibir Kyu, sekali, lalu dua kali lalu kemudian keduanya tersipu malu.
Kyu membantu Jihoon untuk bersama duduk, sungguh Kyu adalah pria yang baik. Walaupun saat itu bisa saja dia melakukan hal yang lebih, tapi dia sangat menghormati Jihoon. Baginya kehormatan Jihoon melebihi kehormatannya sendiri, dia begitu menyayangi Jihoon.
“ingin sekali secepatnya bisa memilikimu seutuhnya, tapi tunggulah sampai aku menjadi seorang pria yang mapan…” senyum Kyuhyun sambil menatap Jihoon penuh arti.
Jihoon juga tersenyum lebih lebar lalu memegang erat kedua telapak tangan Kyuhyun “aku akan selalu menunggumu, Kyuppa…”
“kelak apapun yang terjadi nanti, percayalah bahwa aku selalu mencintaimu..” ujar Kyuhyun balik menggenggam erat tangan Jihoon.
“ne~” jawab Jihoon.
Cinta yang indah, cinta yang manis bukanlah cinta yang dibangun karena nafsu tapi karena rasa saling memiliki dan mencintai, menerima apa adanya, mampu berkorban dan saling percaya. Itulah cinta yang terus dibangun dan dijaga oleh Kyuhyn dan Jihoon, semuanya berjalan begitu baik dan mereka berdua sama-sama sadar kalau mereka diciptakan untuk bersama.
Tapi mereka juga manusia biasa, cinta yang murni adalah cinta yang harus mampu dibakar dan dikerat untuk bisa menghasilkan cinta yang baik dan sejati. Apakah Kyuhyun dan Jihoon mampu untuk itu?
Cobaan cintapun datang takala keduanya sudah mantap memadang kedepan…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar